Minggu, 17 Maret 2013

Terjemah Al Faraidul Bahiyyah (Risalah Qawa-id Fiqh)

Terjemah Al Faraidul Bahiyyah

Risalah Qawa-id Fiqh
Penterjemah: Drs. Moh. Adib Bisri
Penerbit: Menara Kudus
Harga: Rp. 10.000,-

"Al-Fara-idul Bahiyyah" adalah merupakan nadham tentang Qawaid fiqh, buah karya : Syeikh Abu Bakar bin Abil Qasim bin Ahmad bin Muhammad bin Abi Bakar bin Muhammad bin Sulaiman bin Abil Qasim bin Umar Al-Ahdal (984 H -1035 H), yang mengambil pedoman dari kitab tulisan Imam Jalaluddin Abdur Rahman As Suyuthi (wafat th. 911 H) yang berna-ma "Al-Asybah wan Nadha-ir".

Sesuai dengan susunan Bab dalam "Al-Fara-idul Bahiyyah", maka buku ini akan terbagi menjadi tiga bab, yakni : Bab I Tentang Kaidah-kaidah Pokok; Bab II Tentang Kaidah-kaidah Kulliyah, yang seluruhnya berjumlah 40 kaidah; dan Bab III Tentang Kaidah-kaidah yang mukhtalaf. Hanya saja, kalau dalam "Al-Fara-idul Bahiyyah" perpindahan masalah tidak begitu kentara, karena dibicarakan secara langsung, maka dalam buku ini, sengaja disisipkan beberapa anak bab disertai dengan judul judul yang sesuai dengan pembicaraan yang ada di bawahnya. Hal ini diharapkan agar lebih memudahkan bagi para pelajar yang baru mulai.

Terjemah Al-Futuhat Ar-Robaniyyah Wal Fuyudat Al-Ilahiyyah

Terjemah Al-Futuhat Ar-Robaniyyah Wal Fuyudat Al-Ilahiyyah

Karya: KH. Muslih Abdurrahman Al-Maroqy
Penterjemah: KH Muhammad Hanif Muslih Al-Maroqy
Penerbit : Al-Ridha Semarang
Harga: Rp. 17.000.-
Tebal: xvi + 160 Hal.


Buku ini terjemah dari kitab karya orang tuaku, guruku dan pembimbingku: KH. Muslih ibn Abdur Rahman ibn Qashidil Haqq ibn Abdullah Muhajir Al-Maraqy (Mranggen - Demak) yaitu kitab yang ditulis dalam bahasa jawa ngoko, berjudul:

"Al-Futuhat Ar-Rabbaniyyah Wal Fuyudat Al-Ilahiyyah"
Artinya :
"Membuka rahasia dan anugerah ketuhanan"

Kitab yang nafi' dan bermanfaat besar (insya Allah) ini ditulis oleh Al-Walid Al-Murabbi KH. Muslih pada sekitar tahun 1962, dan sudah beredar luas dikalangan masyarakat penikmat dan pengamal amalan thariqah qadiriyyah wan naqsyabandiyyah, hanya saja masih terbatas kepada orang-orang ter-tentu saja, karena menggunakan bahasa Jawa dan huruf Arab pegon.

Saya merasa punya kewajiban moral, untuk berbuat sesuatu atas karangan beliau ini, untuk itu saya mencoba menerjemahkan ke dalam bahasa Indo¬nesia agar manfaatnya bisa lebih dinikmati oleh te-man-teman kita; muridin dan muridat yang kebetulan tidak paham bahasa Jawa atau tidak dapat membaca tulisan Arab pegon.
Dan terjemah ini saya beri nama:

Al-Mawahib Ar-Rahmaniyyah An-Nuraniyyah
"Cahaya anugerah Allah yang pengasih"

Memang permintaan untuk menerjemah ke dalam bahasa Indonesia sudah lama sekali, sudah beberapa tahun yang lalu, akan tetapi penerjemah baru bisa melakukannya tahun ini, dan Alhamdu lillah bisa diselesaikan dalam bulan Ramadan yang suci ini.

Penerjemah mencoba tidak hanya menterjemahkan saja dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, akan tetapi, berusaha untuk melengkapi, yang dianggap perlu sesuai kemampuan penerjemah yang masih awam pengetahuannya (qashirul fahmi) dan minim ilmunya (qalil al-ilmi).

DAFTAR ISI
Mukadimah Penerjemah
Mukadimah
Daftar Isi
Bab I Mabadi' Ilmu Thariqah Al-Mu'tabarah
A. Nama Thariqah
B. Kegunaan/Manfaat Ilmu Thariqah
C. Objek Ilmu Thariqah
D. Buah/Hasil Ilmu Thariqah
E. Hukum Ilmu Thariqah
F. Keutamaan Ilmu Thariqah
G. Nisbat Ilmu Thariqah
H. Pencetus/Pendiri Ilmu Thariqah
I. Sumber Ilmu Thariqah
J. Masalah yang Dibahas
Bab II Keutamaan/Fadilah Zikir
A. Dari Nas Al-Qur'an Al-Karim
B. Dari Nas Al-Hadis Asy-Syarif
Bab III Adab Tata Krama Murid Kepada Guru
Bab IV Menerangkan Silsilah (Mata rantai) Thariqah Qadiriyyah dan Naqsyabandiyyah
Bab V Tentang Talqin (Baiat) Thariqah Qadiriyyah dan Naqsyabandiyyah
A. Dalil Talqin Baiat
B. Tata Cara Talqin
Bab VI Tata Cara Mengamalkan Thariqah Qadiriyah dan Naqsyabandiyyah
A. Thariqah Qadiriyyah
B. Thariqah Naqsyabandiyyah
Bab VII Tentang Muraqabah
Jadwal Lathaif 7 dan Muraqabah 20
Bab VIII Pendapat Ulama Tentang Zikir yang Paling Utama
Bab IX Tentang Pindah Guru
Bab X Khataman dan Tawajuhan
Bab XI Bacaan Khataman dan Tawajuhan
Fawaid Nafiah
Doa Faraj
Doa Husnul Khatimah
Taqaridh Ulama
Takhtim
Maraji Hamah

Karya Intelektual Ra'is Akbar dan Ra'is 'Aam Al Marhumien Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Karya Intelektual Ra'is Akbar dan Ra'is 'Aam Al Marhumien Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Oleh: A. Aziz Masyhuri
Penerbit : Bintang Surabaya
Harga: Rp. 60.000,-

Buku "Karya Intelektual Rais Akbar dan Rais 'Aam PBNU al Marhumin" ini sebetulnya bagian dari buku "Mengenang Rais Akbar dan Rais 'Aam PBNU al marhumin dari zaman ke zaman" (tentang biografi, perjuangan, ajaran, dan berbagai dokumen NU sejak berdirinya)oleh H. A. Aziz Masyhuri.

Penulis hanya menulis karya tulis beliau-beliau yang sudah wafat, dan tidak menulis yang masih hidup,karena kiprah dan perjuangannya yang masih hidup ini masih berlangsung, dan siapa tahu yang masih hidup akan melakukan hal-hal yang luar biasa di kemudian hari. Perlu diketahui bahwa karya tulis beliau-beliau belum bisa ditampilkan seluruhnya dalam buku ini. Yang bisa ditampilkan dalam buku ini hanyalah:

a. Karya tulis KH. M. Hasyim asy'ari dengan tema:

    1. Muqadimah Qanun Asasi Jam'iyah Nahdlatul Ulama'
    2. Keharusan Bermadzhab Empat
    3. Risalah Ahlu Sunnah waljama'ah
    4. Etika Pendidikan Islam
    5. Nasehat Untuk Ulama'
    6. Khutbah Iftitah
    7. 40 Hadits Nabi
    8. Larangan Memutus Hubungan Persaudaraan.
    9. 19 masalah Tarekat dan Kewalian
    10.Tamyizul Haq Minal Bathil (Pembedaaan yang benar dari yang bathil).

Semua karya tulis beliau berbahasa Arab, kecuali Tamyizul Haq Minal Bathil yang berbahasa Jawa.

b. Karya tulis KH Abdul Wahab Hasbullah dengan tema:

"Bung Karno dan Kitab Fathul Qarib"

c. Karya tulis KH M Bishri Syansuri, dengan tema:

"Keluarga Berencana"

d. Karya tulis KH Ali Ma'shum dengan tema:

"Hujjah Ahlis Sunnah Wal Jama'ah"

e. Karya tulis KH Ahmad Siddiq dengan tema:

    1. Rumusannya tentang Khittah Nahdliyah
    2. Rumusannya tentang Tajdid, Ukhuwah, dll.

f. Karya tulis KH M llyas Ruhiat dengan tema:
    1. Meluruskan Pidato Bung Karno
    2. Fitrah Manusia
    3. Tarekat.

SELAMAT MEMBACA DAN MENYIMAK KARYA TULIS BELIAU !!!

Tijaniyah Menjawab dengan Kitab dan Sunnah

Tijaniyah Menjawab dengan Kitab dan Sunnah

Oleh: KH. Syaikh Sholeh Basamalah & KH. Syaikh Misbahul Anam
Penerbit: Putera Bumi
Harga: Rp. 46.000,-

Dekade ini, tarekat bukan hanya menjadi kajian dan rutinitas orang awam saja. Bahkan di kalangan ilmuwan dan intelektual pun banyak mengadakan pengkajian-pengkajian tentang tarekat. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di negara-negara lain. Pada akhirnya mereka tertarik dan masuk tarekat tersebut.

Di sisi lain timbulnya pro kontra terhadap persoalan tarekat yang notabenenya banyak dijalani dikalangan sufi, menjadi semakin lebih hidup dalam nuansa keilmuan para pecinta ilmu. Barangkali ini juga merupakan bagian yang diisyaratkan oleh Nabi SAW yang mengatakan, bahwa perbedaan diantara umatku adalah rahmat.

Yang pro mendukung dengan berbagai argumentasinya, sementara yang kontra menyalahkan, menyesatkan, bahkan mengkafirkan. Jika telah terjadi demikian, maka perbedaan bukan lagi menjadi rahmat tetapi menjadi laknat.

Apakah benar tarekat bukan ajaran dari Islam dan tidak ada sumbernya di dalam al-Qur'an dan Hadist? dan apakah benar orang yang ber-tarekat termasuk orang sesat, syirik, dan murtad? Buku ini mencoba menjawab persoalan tersebut dengan tegas dan lugas. Tak kenal, maka tak sayang, tak tahu maka tak mengerti. Jadilah orang saleh, jangan jadi orang yang salah.

Ensiklopedia 22 Aliran Tarekat Dalam Tasawuf

Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat Dalam Tasawuf

Oleh: KH. A. Aziz Masyhuri

Penerbit: Imtiyaz Surabaya
Harga: Rp. 60.000,-

Sejak awal kemunculannya, tarekat (thariqah) terus mengalami perkembangan dan penyebarluasan ke berbagai negeri, sejalan dengan tumbuh dan berkembangnya aliran-aliran didalam tarekat.
Dinamika aliran-aliran tarekat itulah yang diamati oleh KH A. Aziz Masyhuri, hingga ia kemudian mengumpulkan serpihan historiografi, tradisi, ciri khas, ajaran hingga keistimewaan di dalam tarekat-tarekat.

Buku Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat Dalam Tasawuf memuat berbagai aspek esoteris maupun eksoteris 22 aliran tarekat yang sudah masyhur: Alawiyah, Ahmadiyah Badawiyah, Aidrusiyah, Christiyah, Dasuqiyah, Ghazaliyah, Haddadiyah, Idrisiyah, Khalwatiyah, Malamatiyah, Maulawiyah, Naqsyabandiyah, Naqsyabandiyah Haqqaniyah, Qadiriyah, Qadariyah Wa Naqsyabandiyah, Rifa'iyah, Sammaniyah, Sanusiyah, Suhrawardiyah, Syadziliyah, Syattariyah, hingga Tijaniyah.

Lebih Dalam Tentang NU (Nahdlatul Ulama)

Lebih Dalam Tentang NU
Telaah tentang amaliah nahdliyin serta menyingkap fatwa, manhaj dan ideologi ulama dan tokoh salafi-wahabi

Oleh: Nurhidayat Muhammad
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 18.000,-

Ditulisnya buku ini bukan untuk memupuk perselisihan antara NU dengan yang lain, tetapi kehadirannya diharapkan mampu tampil sebagai informasi yang akurat dan ilmiah bahwa NU adalah organisasi yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah dan hadir lebih moderat sebagai rahmat bagi segenap alam. Insya'Allah.

Dalam buku ini, kami tidak akan pernah memunculkan stigma kafir atau musyrik kepada sekte Salafi-Wahabi atau yang semisal dengan mereka, meski mereka melakukan sebaliknya. Kami mencoba berbaik sangka bahwa mereka melakukan semua itu adalah karena rasa cintanya kepada Islam dan demi tegaknya syariat Islam. Tetapi nasehat, peringatan, dan amar ma'ruf nahi munkar kepada sesama muslim harus ditegakkan, termasuk kepada mereka yang gemar mengkafirkan dan tidak menoleransi khilafiyah dalam masalah-masalah furu' dan lain-lain.

Pertentangan antara Aqidah Ibn Taymiyyah & Al-Albani

Pertentangan antara Aqidah Ibn Taymiyyah & Al-Albani
(terjemah kitab an-Nuqul al-Wa-dhihah al-Jaliyyah fi 'Irdh Inkar al-Albani fi al-Aqidah ala Ibn Taymiyyah Karya Hasan bin Ali as-Saqqaf)

Penerjemah : Abu Hamida
Penerbit : Ansharus Sunnah
Harga : Rp. 16.000,-

Inilah risalah kami yang berjudul "an-Nuqul al-Wa-dhihah al-Jaliyyah fi 'Irdh Inkar al-Albani fi al-Aqidah ala Ibn Taymiyyah". Di dalamnya, saya ketengahkan beberapa masalah ideologis (aqa'idiyyah) dalam tauhid yang saya ketahui, yang diperselisihkan di antara Ibn Taymiyyah dan al-Albani, pada khususnya, dan sejawat-sejawat mereka yang lain, pada umumnya.
Selain itu, di situ saya ketengahkan beberapa masalah furu' yang diperselisihkan di antara orang-orang yang telah kami sebutkan tadi, tetapi sedikit.

Latar belakang ditulisnya buku ini adalah, saya bertemu dengan seorang pemuda penganut Al-Albani. Ia bertanya kepada saya, "Mengapa Anda bersilang pendapat dengan Imam Ibn Taymiyyah dalam beberapa masalah akidah, dan Anda mencelanya?"
Saya jawab, "Pertanyaan ini mestinya ditujukan kepada gurumu, al-Albani, sebelum ditujukan kepada-ku, karena dia juga termasuk orang-orang yang mencela dan menolak beberapa keyakinan Ibn Taymiyyah dalam banyak masalah. Barangkali, kalau seseorang mengumpulkannya, niscaya terkumpul lebih dari 200 masalah."

Orang itu berkata, "Apakah masuk akal? Bisakah saya mengetahuinya?"
Saya katakan kepadanya, "Saya akan menulis sebuah risalah untukmu tentang sebagiannya. Lalu saya akan mencurahkan tenaga, pikiran dan waktu, atas izin Allah SWT, untuk mengumpulkan seluruhnya dan menuliskannya dalam sebuah buku besar.
Dalam buku itu, saya akan mengetengahkan masalah-maalah akidah yang diperselisihkan di antara orang-orang seperti Ibn Taymiyyah, Ibn al-Qayyim, asy-Syaukani dan orang-orang yang bertaklid kepada mereka atau yang cenderung kepada mereka seperti al-Albani dan beberapa orang yang mengaku salaf. Semoga Allah SWT memberi mereka petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Maka, saya memulai risalah yang ringkas ini. Semoga Allah SWT memberikan taufik-Nya."

Terlebih dahulu, saya mengajukan dua pertanyaan kepada pemuda ini dan lain-lain—semoga Allah memberi hidayah kepadanya. Saya berharap dia mau menjawab kedua pertanyaan itu ketika sendirian, jika tidak ingin menjawab di tengah keramaian. Oleh karena itu, saya katakan kepadanya:

1. Apa pendapatmu tentang setiap masalah dari masalah-masalah yang akan saya kemukakan, dan terutama masalah-masalah pokok akidah. Siapakah yang akidahnya benar dalam hal ini: Ibn Taymiyyah atau al-Albani? Siapakah yang pantas masuk surga karenanya? Siapakah di antara kedua orang ini yang akidahnya salah dan tidak pantas masuk surga?

2. Jika Anda mengatakan bahwa orang yang salah dari kedua orang itu dalam masalah-masalah akidah ini tetap diberi pahala—padahal hal tersebut ditentang oleh ahli kebenaran dan ulama Ahlus-sunnah, karena tidak berlaku ijtihad dalam prinsip-prinsip akidah—maka saya katakan kepada Anda:

"Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa orang yang berbeda pandangan dengan Anda—seperti Anda katakan—dalam masalah akidah, dan mereka adalah para pemuka mazhab Asy'ariyyah dan mayoritas Ahlussunnah, juga diberi pahala? Atau, apakah hal itu hanya berlaku bagi Anda dan terlarang bagi selain Anda?"