Tampilkan postingan dengan label Al-Ridha Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Ridha Semarang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Terjemah Al-Futuhat Ar-Robaniyyah Wal Fuyudat Al-Ilahiyyah

Terjemah Al-Futuhat Ar-Robaniyyah Wal Fuyudat Al-Ilahiyyah

Karya: KH. Muslih Abdurrahman Al-Maroqy
Penterjemah: KH Muhammad Hanif Muslih Al-Maroqy
Penerbit : Al-Ridha Semarang
Harga: Rp. 17.000.-
Tebal: xvi + 160 Hal.


Buku ini terjemah dari kitab karya orang tuaku, guruku dan pembimbingku: KH. Muslih ibn Abdur Rahman ibn Qashidil Haqq ibn Abdullah Muhajir Al-Maraqy (Mranggen - Demak) yaitu kitab yang ditulis dalam bahasa jawa ngoko, berjudul:

"Al-Futuhat Ar-Rabbaniyyah Wal Fuyudat Al-Ilahiyyah"
Artinya :
"Membuka rahasia dan anugerah ketuhanan"

Kitab yang nafi' dan bermanfaat besar (insya Allah) ini ditulis oleh Al-Walid Al-Murabbi KH. Muslih pada sekitar tahun 1962, dan sudah beredar luas dikalangan masyarakat penikmat dan pengamal amalan thariqah qadiriyyah wan naqsyabandiyyah, hanya saja masih terbatas kepada orang-orang ter-tentu saja, karena menggunakan bahasa Jawa dan huruf Arab pegon.

Saya merasa punya kewajiban moral, untuk berbuat sesuatu atas karangan beliau ini, untuk itu saya mencoba menerjemahkan ke dalam bahasa Indo¬nesia agar manfaatnya bisa lebih dinikmati oleh te-man-teman kita; muridin dan muridat yang kebetulan tidak paham bahasa Jawa atau tidak dapat membaca tulisan Arab pegon.
Dan terjemah ini saya beri nama:

Al-Mawahib Ar-Rahmaniyyah An-Nuraniyyah
"Cahaya anugerah Allah yang pengasih"

Memang permintaan untuk menerjemah ke dalam bahasa Indonesia sudah lama sekali, sudah beberapa tahun yang lalu, akan tetapi penerjemah baru bisa melakukannya tahun ini, dan Alhamdu lillah bisa diselesaikan dalam bulan Ramadan yang suci ini.

Penerjemah mencoba tidak hanya menterjemahkan saja dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, akan tetapi, berusaha untuk melengkapi, yang dianggap perlu sesuai kemampuan penerjemah yang masih awam pengetahuannya (qashirul fahmi) dan minim ilmunya (qalil al-ilmi).

DAFTAR ISI
Mukadimah Penerjemah
Mukadimah
Daftar Isi
Bab I Mabadi' Ilmu Thariqah Al-Mu'tabarah
A. Nama Thariqah
B. Kegunaan/Manfaat Ilmu Thariqah
C. Objek Ilmu Thariqah
D. Buah/Hasil Ilmu Thariqah
E. Hukum Ilmu Thariqah
F. Keutamaan Ilmu Thariqah
G. Nisbat Ilmu Thariqah
H. Pencetus/Pendiri Ilmu Thariqah
I. Sumber Ilmu Thariqah
J. Masalah yang Dibahas
Bab II Keutamaan/Fadilah Zikir
A. Dari Nas Al-Qur'an Al-Karim
B. Dari Nas Al-Hadis Asy-Syarif
Bab III Adab Tata Krama Murid Kepada Guru
Bab IV Menerangkan Silsilah (Mata rantai) Thariqah Qadiriyyah dan Naqsyabandiyyah
Bab V Tentang Talqin (Baiat) Thariqah Qadiriyyah dan Naqsyabandiyyah
A. Dalil Talqin Baiat
B. Tata Cara Talqin
Bab VI Tata Cara Mengamalkan Thariqah Qadiriyah dan Naqsyabandiyyah
A. Thariqah Qadiriyyah
B. Thariqah Naqsyabandiyyah
Bab VII Tentang Muraqabah
Jadwal Lathaif 7 dan Muraqabah 20
Bab VIII Pendapat Ulama Tentang Zikir yang Paling Utama
Bab IX Tentang Pindah Guru
Bab X Khataman dan Tawajuhan
Bab XI Bacaan Khataman dan Tawajuhan
Fawaid Nafiah
Doa Faraj
Doa Husnul Khatimah
Taqaridh Ulama
Takhtim
Maraji Hamah

Sabtu, 17 Maret 2012

Kesahihan Dalil Shalat Tarawih 20 Rakaat

Kesahihan Dalil Shalat Tarawih 20 Rakaat

Oleh: KH. M. Hanif Muslih, Lc.

Penerbit: Ar-Ridha, Semarang

Harga: Rp. 15.000,-


Pada masa Khulafa' Al-Rasyidin, tabi'in, tabi'ut-tabi'in dan ulama salaf tidak ada gejolak sedikitpun yang mempermasalahkan berapa rakaat mereka melakukan dan melaksanakan shalat tarawih, dengan penuh ketumakninahan dan kekhusyukan mereka mengerjakan shalat dengan dasar berapa mereka mampu untuk mengerjakan.

Akan tetapi kalau kita membaca komentar, baik yang ditulis Asy-Syaikh Muhammad Ali Al-Shabuny dalam kitabnya Al-Hadyu Al-Naby Al-Shahih fi Shalah Al-Tarawih dan juga Syaikh Athiyah Muhammad Saleem dalam kitabnya Al-Tarawih Aktsar min Alf Aam fi MAsjid Al-Naby saw atau mungkin dari ulama muta'akhirin menunjukkan adanya kecenderungan gejala atau fenomena yang mengkhawatirkan karena disini muncul saling menyalahkan, membid'ahkan antara yang mengerjakan 11 rakaat dengan yang 23 rakaat.

Pada Tahun 1993, pernah ada yang bertanya kepada penulis, "utama/afdhal manakah dalam mengerjakan shalat tarawih antara mengerjakan sunnah Rasulullah saw dan hasil ijtihad Umar ibn Khattab ra.?"

bertolak dari pertanyaan sederhana itulah penulis menulis buku ini. karena penulis khawatir, dengan jawaban yang sederhana akan menimbulkan jawaban yang menjerumuskan.

Terjemah Bahjatul Wasail : Keelokan Perantara Sebagai Komentar Permasalahan

Terjemah Bahjatul Wasail

Keelokan Perantara Sebagai Komentar Permasalahan

Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani Al-Jawi

Penterjemah: M Ali Chasan Umar

Penerbit: Al-Ridha Semarang

Tebal: viii + 137 hal.

Harga: Rp. 10.000,-


Kitab Bahjatul Wasail ini merupakan komentar dari kitab "Masail" karya As-Sayyid Ahmad bin Zain Al-Habsyi yang memuat tiga bidang ilmu: Ushuluddin - Fiqih - dan Tasawuf. maka kandungan buku ini berisi penjelasan (komentar) tiga serangkai permasalahan bidang ilmu tersebut, mengenai rukun Islam, Pokok-pokok Keimanan, Ibadah yang meliputi shalat, puasa, zakat, haji dan mengenai akhlak - tasawuf meliputi memelihara hati dan anggota tubuh, yang disertai nash al-Qur'an dan al-Hadits.

Dengan mempelajari dan mengamalkan kandungan buku kecil ini maka akan dapat meningkatkan kesempurnaan iman, islam dan ihsan kita untuk mencapai tingkat muttaqin. Dan perlu diketahui, bahwa ketiga bidang ilmu itu merupakan satu kesatuan yang harus dijiwai dan dibudidayakan bagi setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ucapan perbuatan, gerak-gerik, dan tingkah laku kita dalam kehidupan benar-benar dijiwai dengan ruh Islam. Sebab ada keterangan yang menyatakan: " Siapa mengamalkan fiqih tanpa tasawuf, maka dia zindiq, dan siapa yang bertasawuf disertai fiqih maka benarlah dia".

Kesahihan Dalil Talqin Menurut Syariat Islam

Kesahihan Dalil Talqin Menurut Syariat Islam

Oleh: KH. Muhammad Hanif Muslih, Lc.

Penerbit: Al- Ridha Semarang

Harga: Rp. 12.000,-


Pada suatu hari teman akrab saya, yang sudah tidak lagi sefaham dengan saya, sehabis mengantar se-orang kiai di daerah saya yang wafat dan kemudian ditalqin oleh seorang kiai yang dulunya pernah menjadi santri, mampir ke rumah, dengan kesal dan sedikit dongkol berkata kepada saya; Kang! (dia selalu me-manggil saya dengan sebutan Kang, sekalipun dia lebih tua dari saya) coba lihat sang Kiai A, berani-beranmya dia ngajari (mentalqin) gurunya, apa nggak kurang ajar itu namanya; seorang santri berani ngajari kiainya!

Dari sinilah penulis memberanikan diri untuk menulis sebuah tulisan yang membahas tentang TALQIN, tulisan ini sudah barang tentu sangat kurang bisa atau bahkan sulit dipahami, karena ditulis oleh seorang yang sangat sedikit sekali ilmu dan pengetahuan agamanya, hanya semata karena dorongan ingin suatu kebenaran yang haq saja, penulis memberanikan diri menulis.

Sama dengan tulisan-tulisan penulis yang lain, di sini penulis pun menukil teks Arab asli, dimaksudkan agar diketahui pendapat yang sebenarnya. Apakah itu pendapat penulis atau pendapat para ulama?
Tulisan ini awalnya menyatu dengan tulisan lain saya yang berjudul KESAHIHAN DALIL TAHLIL, karena penulis menganggap lebih bermanfaat apabila dipisah, maka buku TALQIN ini penulis pisah dengan buku TAHLIL.

Semoga buku kecil ini dapat memberi manfaat ke¬pada penulis khususnya dan kepada pembacanya. Amin.