Tampilkan postingan dengan label Harga Antara 40 - 60ribu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga Antara 40 - 60ribu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Menjawab Dakwah Kaum 'Salafi' (Wahhabi)

Menjawab Dakwah Kaum Salafi
Jawaban Ilmiah terhadap Pemahaman dan Cara Dakwah Kaum 'Salafi-Wahabi'

Oleh: Prof. Dr. Ali Jum'ah (Mufti Agung Mesir)

Penerbit: Khatulistiwa Press

Harga: Rp. 49.000,-

Umat Islam di seantero dunia beberapa dekade belakangan ini begitu gencar digelinding oleh gerakan dakwah yang cenderung bersifat ekstrem bahkan sangat meresahkan, tidak terkecuali di Indonesia.
'Aksi' takfir (pengafiran), tasyriik (pemusyrikan) maupun tabdii' (pembid'ahan) boleh dikatakan paham yang lagi 'ngentren' dewasa ini.

Fenomena ini nyatanya tidak hanya mengeroposi bingkai-bingkai ukhuwwah Islamiyah, namun telah sampai pada tataran merusak pondasi-pondasi agama yang telah menjadi konsensus bersama. Dan, kemajuan teknologi informasi makin mendorong meluasnya 'fatwa-fatwa' mereka laksana air terlepas dari salurannya. Kekacauan fatwa {faudha al-fataawa) pun tidak bisa terelakkan. Umat Islam pun kebingungan.

Buku "Menjawab Dakwah Kaum Salafi" ini merupakan salah satu buku intelektual yang representatif menjawab berbagai permasalahan terkait dengan pemahaman kaum yang menamakan diri "Salafi" itu. Mulai dari soal sunnah dan bid'ah, taklid, maulid Nabi, ziarah ke makam Rasulullah, tawasul, tabarruk hingga mengklaim kedua orangtua Rasulullah saw. sebagai ahli neraka.

Buku yang memuat berbagai bantahan ilmiah dan rasional ini, ditulis langsung oleh Mufti Agung Mesir, Prof. DR. Ali Jum'ah. Dengan demikian, buku ini sangat pantas untuk dibaca dalam rangka menjawab kegelisahan yang meruyak di tengah umat Islam dewasa ini

Buku tersebut bisa didapatkan disini
http://toko-buku-albarokah.blogspot.com/2013/04/menjawab-dakwah-kaum-salafi.html

Kamis, 04 April 2013

PENDIDIKAN KARAKTER: Implementasi Aswaja sebagai Nilai Pendidikan Karakter

Cocok untuk yang berhubungan dengan pendidikan, terutama disekolah.
Yang berminat, monggo hub: 085735444053

PENDIDIKAN KARAKTER. Implementasi Aswaja sebagai Nilai Pendidikan Karakter, M. Mahbubi, Pustaka Ilmu, 12,5 x 18 cm., 186 hlm. @ Rp. 40.000,-

Penulis : M. Mahbubi

DAFTAR ISI

BAGIAN I

PENDAHULUAN

A. Latar dan Lingkup Kajian 1

B. Teori dan Metodologi 4

BAGIAN II

ASWAJA DAN PENDIDIKAN KARAKTER 12

A. Konsep Aswaja 12

1. Aswaja Versi NU15

2. Karakteristik Aswaja Versi NU17

3. Tradisi Aswaja NU 21

4. Pembelajaran Aswaja Di Sekolah NU22

B. Konsep Pendidikan Karakter26

1. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter31

2. Bentuk-Bentuk Pendidikan Karakter34

3. Metode Pendidikan Karakter35

4. Landasan Pendidikan Karakter37

a. Landasan Filosofis 37

b. Landasan Hukum 40

c. Landasan Relgius 41

C. Sejarah Pendidikan Karakter43

1. Pendidikan Karakter Masa Klasik43

2. Pendidikan Karakter Masa Nabi Saw44

3. Pendidikan Karakter Abad 18 Hingga Kontemporer46

4. Pendidikan Karakter di Indonesia48

BAGIAN III

SELAYANG PANDANG SMP KHADIJAH SURABAYA50

A. Sejarah Ringkas Yayasan Khadijah50

B. Visi dan Misi SMP Khadijah Surabaya 53

C. Struktur Organisasi, Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Khadijah

Surabaya 55

D. Jadwal KBM SMP Khadijah Surabaya 58

E. Sarana Dan Prasarana SMP Khadijah Surabaya59

F. Program Pendidikan SMP Khadijah Surabaya67

G. Kurikulum SMP Khadijah Surabaya67

H. Kondisi Siswa SMP Khadijah Surabaya70

I. Karakteristik SMP Khadijah Surabaya 73

BAGIAN IV

IMPLEMENTASI ASWAJA 75

A. Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Khadijah Surabaya 75

1. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter 75

2. Proses Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Khadijah78

a. Perencanaan Pembelajaran 79

1). Silabus 79

2). Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 80

3). Bahan/ Buku Ajar81

b. Pelaksanaan Pembelajaran84

1). Pendahuluan84

2). Inti85

3). Penutup88

3. Desain Implementasi Pendidikan Karakter SMP Khadijah Surabaya 90

1). Pendidikan Karakter Berbasis Kelas90

2). Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah 91

3). Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga 92

4. Penilaian Pendidikan Karakter di SMP Khadijah Surabaya93

5. Evaluasi dan Monitoring di SMP Khadijah Surabaya96

B. Pengaruh Pembelajaran Aswaja Terhadap Karakter Murid SMP Khadijah

Surabaya 98

1. Kondisi Karakter Murid SMP Khadijah Surabaya98

2. Factor-faktor Pembentuk Karakter Murid SMP Khadijah Surabaya 101

3. Pembelajaran Aswaja dan Pesantren Kota di Lingkungan SMP Khadijah

Surabaya 103

BAB V : PENUTUP 109

A. Kesimpulan109

B. Saran-Saran 109

Senin, 25 Maret 2013

NGAJI KITAB

Adanya pembukuan semacam ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh santrinya ulama-ulama kita di masa lampau. Mereka menulis pertanyaan yang pernah diajukan kepada guru mereka, berikut jawaban yang beliau sampaikan mengenai pertanyaan tersebut. Setelah terkumpul banyak, tulisan tersebut menjadi kitab-kitab kumpulan fatwa, seperti yang banyak kita baca saat ini. Misalnya, Fatawa_nya Imam Ar-Ramli, Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, Imam Ibnus Shalah, Imam As-Subki & kumpulan fatwa ulama-ulama yang lain.

Ulama-ulama kita duhulu memang memiliki kebiasaan yang luar biasa. Berjuta-juta kitab yang telah mereka tulis. Dan mungkin hanya sebagian kecil yang sampai ke tangan kita saat ini. Sebagian besar sudah tidak ada, karena hilang, karena tidak digandakan, dan semacamnya. Seandainya mereka tidak menulis, mungkin ajaran Islam ini akan banyak yang hilang, atau diselewengkan dengan mudah oleh manusia, sebagaimana yang terjadi pada ajarannya Nabi Musa as & Nabi Isa as. Hal itu tidak terjadi pada ajaran Islam berkat kitab-kitab ulama yang kita pegang hari ini. Kitab-kitab ini menjabarkan kepada kita tentang ajaran-ajaran Islam yang asli dari Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Penerbit : Pustaka Sidogiri
Harga : Rp. 45.000,-
Order : SMS 083833841128 atau BBM 2632D34C

Minggu, 24 Maret 2013

Keruntuhan Argumentasi Paham Anti Madzhab dan Anti Taqlid

Judul buku : Menampar Propaganda“Kembali kepada Qur’an” Keruntuhan Argumentasi Paham Anti Madzhab dan Anti Taqlid [Plus! Transkrip Perdebatan dengan Nashiruddin al Albani, Tokoh Wahabi Anti-Madzhab]
Penulis : Dr. M. Sa’id Ramadhan al-Buthi
ISBN : 979-98452-1-1
ISBN 13 : 978-979-98452-1-4
Jmlh. Halaman : 220 hlm.
Kertas/Ukuran : HVS/ 14,5 x 21 cm
Cetakan : I, 2013
Kategori : Islam Kontemporer/Kontroversi
Penerbit : Pustaka Pesantren
Harga : Rp.45.000
Sinopsis :
****
“Kembali kepada Qur'an” adalah prinsip yang indah nan ideal. Kembali kepada Qur’an secarasederhana dapat dimaknai sebagai kembali kepada “hukum Tuhan”. Dan, umat manakah yang tidak ingin berpegang pada Kitab Sucinya, kepada hukum Tuhannya?

Sayangnya, banyak kaum muslim yang tidak mengerti batas-batas prinsip ideal ini. Lebih tragis lagi, sebagian kalangan justru menyelewengkan slogan “Kembali kepada Qur’an” untuk mengeroposkan legitimasi umat terhadap para ulama. Dengan “Kembali kepada Qur’an” mereka mengajak orang-orang awam melepaskan diri dari madzhab, untuk dengan “nekat” menggali hukum-hukum sendiri. Dengan slogan menggiurkan itu, mereka mencaci orang yang taklid sebagai “tidak mengikuti salafu shalih”, sebagai “ahli bid’ah”, bahkan sebagai “tidak berada di jalan orang-orang beriman”.

Buku ini berhasil membongkar kerancuan argumen para penganjur anti-madzhab yang dipelopori kalangan Wahabi itu. Bahwa fenomena taklid yang mereka caci adalah sesuatu yang natural, yang sudah muncul sejak generasi pertama umat ini. Bahwa bermadzhab adalah dibolehkan, bahkan merupakan sebuah keniscayaan. Dan bahwa “kembali kepada Qur'an” yang mereka gemborkan tidak lain hanyalah propaganda yang di baliknya tersembunyi maksud dan tujuan tertentu.

Kamis, 21 Maret 2013

Ahlul Bid'ah Hasanah 2

Ahlul Bid'ah Hasanah 2
Tahlilan dan Memuji Rasul Upaya Menghidupkan Sunah Nabi

Oleh: Ustadz Noval Bin Muhammad Alaydrus
Penerbit: Taman Illmu
Harga : Rp. 55.000,-
Order : 087881887758

Jika Anda Takut Menemukan Kebenaran Maka Jangan Baca Buku Ini...!!!

Bagi para pencari kebenaran, buku ini hadir sebagai penghapus dahaga mereka. Di dalamnya telah terhimpun berbagai dalil yang mendasari kegiatan tahlilan dan memuji Rasul yang oleh sebagian kecil umat Islam yang terlalu fanatik pada ajarannya dipandang sebagai bid'ah yang sesat dan menyesatkan. Karenanya buku ini sangat cocok bagi semua orang yang mencintai tahlilan dan berbagai kegiatan memuji Rasul serta bagi mereka yang mencari kebenaran sejati.

Buku ini selain memberikan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits, juga banyak memberikan informasi, pandangan serta penjelasan ulama-ulama besar dan terkemuka seputar tahlilan dan memuji Rasul. Setiap paragraf berisi informasi ilmiah dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung-jawabkan.

Setelah membaca buku ini, Anda akan menemukan bahwa tuduhan orang-orang yang anti tahlilan dan memuji Rasul tidaklah benar dan terlalu berlebihan. Buku ini membuktikan bahwa keduanya merupakan sebuah kegiatan yang benar-benar menghidupkan sunah Nabi saw. Buku ini menjadi sangat menarik karena seakan ia membawa kita ke zaman Rasulullah saw dan para sahabat beliau saw.

Ahlul Bid'ah Hanah Hasanah

Ahlul Bid'ah Hanah Hasanah
Jawaban untuk Mereka Yang Mempersoalkan Amalan Para Wali

(Oleh: Ustadz Noval bin Muhammad Alaydrus)
Harga : Rp. 55.000
Order : 08788188775

Bagi para pencari kebenaran, buku ini hadir sebagai penghapus dahaga mereka. Di dalamnya telah terhimpun berbagai dalil yang mendasari berbagai amalan salaf yang sering dipertanyakan oleh sebagian kecil umat Islam yang terlalu fanatik pada ajarannya. Karenanya buku ini sangat cocok bagi semua orang yang mencintai amalan salaf, amalan para wali dan bagi mereka yang mencari kebenaran sejati.

Buku ini selain memberikan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits, juga banyak memberikan informasi, pandangan serta penjelasan ulama-ulama besar dan terkemuka seputar permasalahan bid'ah dan amalan para wali. Setiap paragraf berisi informasi ilmiah dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung-jawabkan. Anda bahkan akan menemukan begitu banyak contoh-contoh bid'ah hasanah yang dilakukan oleh para sahabat di zaman rasulullah saw maupun sepeninggal beliau saw. Buku ini menjadi sangat menarik karena seakan ia membawa kita ke zaman rasulullah saw dan para sahabat beliau saw.

Dialog Ilmiah SUNNI dan WAHHABI

SUNNI & WAHABI
(Dialog Ilmiah Seputar Amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah)
Penulis : KH. Luthfi Bashori
Harga : Rp. 60.000,-
Order : SMS 083833841128 atau BBM 2632D34C
Memperbincangkan sekte salafi-wahabi seakan tidak ada habisnya. Di berbagai forum sekte yang identik dengan kekakuan dalam berdakwah, hal ini sering dibahas para ahli. Tidak sedikit dari forum yang mengundang yang diadakan mengundang kalangan wahabi sendiri. Hasilnya tetap saja tidak ada titik temu. Kelompok wahabi tetap berada pada posisinya dalam membenarkan pendapatnya & menganggap pendapat orang lain pasti salah.

Memperjuangkan pelestarian aqidah & amaliah warga Sunni Syafi'i adalah suatu keharusan & kewajiban bersama. Aqidah & amaliah warga sunni ini merupakan ajaran yang diwariskan oleh para Walisongo, penyebar ajaran Islam pertama kali di Indonesia.

Terlebih dewasa ini, dimana upaya pembunuhan karakter & penghilangan ciri khas amaliah warga muslim asli Indonesia, semakin marak dilakukan oleh kelompok-kelompok kaum pendatang. Mereka berani dengan terang-terangan mengingkari amaliah warga Sunni Syafi'i & menuduh sebagai perbuatab bid'ah, sesat, maupun syirik.

Tentunya tuduhan salah yang tidak mendasar ini tidak dapat dibiarkan. Memberi pemahaman tentang ini sudah menjadi kewajiban bersama untuk diluruskan & didudukkan sesuai ajaran syariat.

Mudah-mudahan buku ini dapat menambah khazanah keislaman umat di seluruh pelosok negeri tercinta Indonesia.

Senin, 18 Maret 2013

Pemikiran KH Hasyim Asy'ari tentang Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah)

Judul Buku: Pemikiran KH Hasyim Asy'ari tentang Ahlussunnah Wa al-Jamaah

Penulis : Achmad Muhibbin Zuhri
Penerbit : Khalista dan LTN PBNU
Cetakan I : Desember 2010
Tebal : XXVI+ 328 Halaman
Harga : Rp. 50.000,-

Resensi :
Mbah Hasyim Ideolog Sunni Indonesia

Fakta jika mayoritas umat Islam di Indonesia adalah pengikut ajaran Sunni atau Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja) tidak dapat dipungkiri. Keberhasilan itu tidak bisa dilepaskan dari peran Nahdlatul Ulama yang sedari awal berdiri meneguhkan diri sebagai pengamal dan pengawal ajaran ahlussunnah wal jamaah. Diakui ataupun tidak, inklusifitas ajaran Nahdhatul Ulama yang ditransformasikan dari nilai-nilai aswaja telah memberikan kontribusi besar terciptanya wajah moderat dan fleksible Islam di Indonesia.
Bangsa Indonesia yang multikultur serta kaya akan ragam tradisi, tidak menghalangi Islam ala NU membumi. Mengacu pada teori Islam Kolaboratif Prof. Nur Syam, fleksibilitas doktrin sunni mampu berkolaborasi dengan tradisi-tradisi non Islami yang telah mapan tanpa menghilangkan nilai-nilai ajaran Islam yang bersifat absolut.
Fenomena kenduri, tahlilan, perayaan maulid, peringatan tiga hari, tujuh hari serta seratus hari pasca kematian, adalah bukti bentuk metamorfosa nilai-nilai ajaran Islam dengan budaya masyarakat Indonesia pra Islam. Sehingga, keberadaan Islam dapat diterima menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia tanpa resistensi yang berarti.
Dalam kajian historis, Walisongo sangat berjasa menanamkan ajaran ahlussunnah di ranah Nusantara. Namun, NU sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki andil yang signifikan dalam mempertahankan ajaran ideologi Sunni. Menjamurnya organisasi keagamaan yang mengusung purifikasi dan pembaruan Islam dalam dekade awal abad 20 secara sistemik dan masif melakukan penggerogotan. Di sinilah NU berperan aktif melakukan pendampingan serta pengawalan terhadap tradisi Sunni sebagai way of life mayoritas umat Islam Indonesia.
Satu hal pokok yang tidak boleh dilupakan bahwa wajah Sunni Nahdlatul Ulama sangat dipengaruhi oleh paradigma Aswaja Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari. Tidak berlebihan jika KH Hasyim Asy’ari ditahbiskan sebagai ideolog Sunni Indonesia. Penelitian terbaru tentang pemikiran tokoh pendiri organisasi sosial keagamaan terbesar di dunia ini, Dr Achmad Muhibbin Zuhri menemukan corak Sunni KH Hasyim Asy’ari sangat khas dan tidak sebangun persis dengan konstruksi Sunni era awal, meskipun dalam banyak hal tetap mencerminkan pola Sunni.
Sunni Partikular ala Mbah Hasyim
Ahlussunnah wal jamaah sebagai ideologi tidak dapat dilepaskan dari normatifitas ajaran yang telah digariskan pengagasnya. Namun, dalam tataran praksis, normatifitas ajaran ahlussunnah tersebut tidak bisa melepaskan diri dari proses dialektika dengan dinamika sosio religious yang mengelilingi. Jika entitas Sunni era awal pembakuan sebagai counter ideologis terhadap Mu’tazilah dan Jabariah, serta counter politic terhadap syi’ah. Hal ini berbeda dalam konteks di mana Mbah Hasyim hidup.
Meskipun bangunan pemikiran Mbah Hasyim dipengaruhi oleh pemikiran ulama abad pertengahan dan klasik, namun dekade Mbah Hasyim identik dengan era pertarungan antara entitas Islam Tradisional yang diwakili oleh masyarakat pesantren dan mayoritas umat Islam Indonesia yang berhaluan sunni, berhadapan dengan entitas Islam puritan dan pembaharu yang dikelompokkan dalam Islam Modernis. Uniknya, kelompok Tradisionalis maupun Puritan-Modernis sama-sama mengaku sebagai entitas sunni dan secara geneologis bertemu pada simpul Ahmad bin Hanbal pendiri Madzhab Hanbali yang dikenal otoritasnya sebagai ahli hadist.
Konstruksi naratif pemikiran Mbah Hasyim dapat dipandang sebagai salah satu “counter discource” terhadap mainstream pemikiran modernis dan puritan. Yakni kelompok yang menolak secara tegas pola bermadzhab dan taqlid serta melarang bid’ah atau kreatifitas dalam ibadah yang secara eksplisit tidak terdapat acuan dalam nash Al-Qur’an maupun Al-Hadis.
Pandangan Mbah Hasyim mengenai tawassul, istighatsah, syafa’at, kewalian, maulid, tarekat, dalam beberapa kitab karangannya merupakan wacana tanding pemikiran kelompok Islam Puritan yang dikembangkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab pendiri Aliran Wahhabi. Sedangkan isu-isu pembaruan yang dimunculkan oleh kalangan Modernis pengikut pemikiran Jamaluddin al-Afghani, Rasyid Ridha dan Muhammad Abduh, direspon oleh Mbah Hasyim dalam pembahasan seputar ijtihad, madzhab, taqlid, talfiq, sunnah dan bid’ah.
Menurut Muhibbin, deskripsi pemikiran keagamaan Kiai Hasyim di atas berimplikasi teoritis terhadap konsep Sunnisme. Mbah Hasyim dapat diintrodusir sebagai “sunni partikular”, yaitu paham ahlussunnah wal jamaah yang telah berdialog dengan dinamika keagamaan di Indonesia, khususnya dialektika modernis-tradisionalis pada abad ke-20. (hal. 265)
Sebagai bagian dari komunitas Nahdliyin, penulis telah berhasil menggali dengan mendalam tentang konstruksi pemikiran KH. Hasyim Asy’ari. Tokoh pendiri Nahdlatul Ulama yang hingga saat ini menjadi ikon Islam subtantif dan moderat. Buku ini merupakan hasil disertasi yang diterbitkan, sehingga alur penulisannya sistematis dan analisanya mendalam. Oleh penulis, pembaca diajak mengarungi pemikiran ahlussunnah KH. Hasyim Asy’ari secara runtut dan detail. Mulai dari kajian embrio munculnya pemikiran Sunni, konsolidasi, pelembagaan ideologi sunni era abad pertengahan, hingga dialektika sunni dengan realitas sosio-religius yang melingkupinya dalam berbagai dekade.
Tidak kalah menarik, uraian tentang latar belakang intelektual yang membentuk paradigma Sunni KH Hasyim Asy’ari serta bagaimana pendiri Nahdlatul Ulama ini berusaha mendialektikakan mainstream sunni dengan realitas sosio-religious masyarakat Indonesia era awal abad 20. Sehingga, tampak jelas kepiawaian Mbah Hasyim dalam merumuskan doktrin-doktrin ahlussunnah dari nash Al-Qur’an dan Al-Hadis yang pada akhirnya memunculkan bentuk sunni yang khas Indonesia.
Studi dalam buku ini, selain dapat memberikan referensi bagi usaha-usaha reaktualisasi ideologi, juga berguna menambah khazanah keilmuan tentang Sunni Partikular, yaitu ekspresi ahlussunnah wal jamaah pada dimensi ruang dan waktu tertentu. Selain itu, buku ini merupakan wujud usaha aktualisasi sekaligus kontekstualisasi ahlussunnah wal jamaah yang bercorak inklusif, moderat dan fleksible dalam bersinggungan dengan kesejarahan umat. Walhasil, apresiasi yang besar layak diberikan kepada penulis, sebab isi buku ini menambah kekayaan tafsir tentang ahlussunnah di saat gempuran ideologi “kaca mata kuda”  Islam puritan yang cenderung eksklusif menguncang kedamaian dan kesantunan dalam beragama dan keberagamaan. Wallahu a’lam… (Peresensi : Fathul Qodir, Sumber: NU Online)

Membumikan Aswaja; Pegangan Para Guru NU - Tim PP Persatuan Guru NU (PERGUNU)

Judul : Membumikan Aswaja; Pegangan Para Guru NU
Oleh : Tim PP Persatuan Guru NU (PERGUNU)
Tebal : xii + 243 halaman
Cetakan, Pertama, Juni 2012
Penerbit : Khalista
Harga : Rp. 45.000,-
Tanggung jawab para guru adalah mengentaskan anak didiknya dari kemiskinan ilmu, khusunya ilmu yang pada akhirnya mampu membentengi mereka dari serbuan aliran yang bertentangan dengan aliran Ahlussunnah Waljamaah.
Dalam konteks inilah menjadi strategis gagasan pembuatan buku aswaja untuk para guru yang dilontarkan oleh para Pengurus Pusat PERGUNU, karena bagaimana pun juga harus diakui bahwa guru adalah ujung tombak satu-satunya yang dimiliki oleh NU dalam rangka menjaga, memelihara dan membumikan eksistensi ajaran Aswaja pada masa yang akan datang, khusunya bagi para peserta didik di kalangan lembaga pendidikan formal.
Buku ini hadir memberi wawasan dan pemahaman kepada masyarakat NU dan siapa saja yang mau membacanya agar lebih paham dan tidak ragu lagi dalam melakukan amaliahnya yang telah tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun bahkan dari abad ke abad.
Tuduhan kelompok yang melakukan serang itu sesungguhnya tidak berdasar dan tidak terbukti kebenarannya. Mereka salah dalam melihat dan menilai masyarakat NU dalam beramaliah dari dulu hingga saat ini.
Semoga hidayah Allah sampai kepada mereka semua sehingga tidak gampang dan mudah menyalahkan kelompok lain.

Syaikhona Kholil Bangkalan; Penentu Berdirinya Nahdlatul Ulama

 Judul : Syaikhona Kholil Bangkalan; Penentu Berdirinya Nahdlatul Ulama
 Oleh : RKH. Fuad Amin Imron
 Tebal : xxviii + 228 hlmn.
 Cetakan : Pertama, Juni 2012
 Penerbit : Khalista & Penainsani
 Harga : Rp. 45.000,-
 "Jika Muammil Qomar (2002) menyebut 3 nama ulama yang memiliki peran penting dalam proses pendirian NU, yaitu KH Wahab Hasbullah sebagai pencetus ide, KH Hasyim Asy'ari sebagai pemegang kunci, dan Syaikhona Muhammad Kholil sebagai penentu berdirinya NU, dalam buku ini saya menambahkan satu ulama lagi, yaitu, KH As'ad Syamsul Arifin. Peran Kiai As'ad dalam konteks ini adalah penyampai isyarat langit dari Syaikhonan Kholil, yang telah meneguhkan sikap dan pandangan KH Hasyim Asy'ari untuk mendirikan NU." (RKH Fuad Amin Imron, Penulis)
 "Dalam prespektif spiritualitas, Syaikhona Kholil adalah tokoh yang berperan secara langsung dalam pendirian organisasi para ulama pesantren. Pesan spiritualitasnya yang disampaikan melalui KH As'ad Syamsul Arifin menjadi faktor penentu bagi berdirinya NU. Dan pesan simbolik Syaikhonan Kholil inilah yang telah menepis keraguan, kegamangan dan kegelisahan Kiai Hasyim untuk mendirikan NU. Keyakinan Kiai Hasyim terhadap pesan spiritual gurunya itu, lalu diteruskan secara lahiriah kepada Kiai Wahab Hasbullah sebagai pembawa ide, untuk ditindaklanjuti dalam sebuah permusayawaratan ulama di Surabaya, pada 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H), setahun sebelum Syaikhonan Kholil wafat. Permusyawaratan para ulama tersebut melahirkan Komite Hijaz, yang kemudian ditetapkan namanya menjadi Jam'iyah Nahdlatul Ulama." (Prof Dr KH Said Aqil Siradj, MA, Ketua Umum PBNU)
 "Isyarah Tongkat Musa dan Tasbih yang diberikan Syaikhona Kholil kepada Kiai Hasyim Asy'ari melalui Kiai As'ad berhubungan dengan jam'iyah sekaligus jamaah NU. Tongkat Musa adalah simbol komando atau kepemimpinan (leadership), sementara Tasbih adalah simbol spiritualitas dan simbol budaya. Kombinasi keduanya, diharapkan agar pemimpin NU memiliki pandangan, sikap dan tindakan yang terjaga keseimbangannya antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Muaranya adalah keteladanan (al-uswah), dimana pandangan, sikap dan tindakan pemimpin NU harus dapat dijadikan teladan oleh jamaah." (Nico Ainul Yakin, Editor)a

Minggu, 17 Maret 2013

Karya Intelektual Ra'is Akbar dan Ra'is 'Aam Al Marhumien Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Karya Intelektual Ra'is Akbar dan Ra'is 'Aam Al Marhumien Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Oleh: A. Aziz Masyhuri
Penerbit : Bintang Surabaya
Harga: Rp. 60.000,-

Buku "Karya Intelektual Rais Akbar dan Rais 'Aam PBNU al Marhumin" ini sebetulnya bagian dari buku "Mengenang Rais Akbar dan Rais 'Aam PBNU al marhumin dari zaman ke zaman" (tentang biografi, perjuangan, ajaran, dan berbagai dokumen NU sejak berdirinya)oleh H. A. Aziz Masyhuri.

Penulis hanya menulis karya tulis beliau-beliau yang sudah wafat, dan tidak menulis yang masih hidup,karena kiprah dan perjuangannya yang masih hidup ini masih berlangsung, dan siapa tahu yang masih hidup akan melakukan hal-hal yang luar biasa di kemudian hari. Perlu diketahui bahwa karya tulis beliau-beliau belum bisa ditampilkan seluruhnya dalam buku ini. Yang bisa ditampilkan dalam buku ini hanyalah:

a. Karya tulis KH. M. Hasyim asy'ari dengan tema:

    1. Muqadimah Qanun Asasi Jam'iyah Nahdlatul Ulama'
    2. Keharusan Bermadzhab Empat
    3. Risalah Ahlu Sunnah waljama'ah
    4. Etika Pendidikan Islam
    5. Nasehat Untuk Ulama'
    6. Khutbah Iftitah
    7. 40 Hadits Nabi
    8. Larangan Memutus Hubungan Persaudaraan.
    9. 19 masalah Tarekat dan Kewalian
    10.Tamyizul Haq Minal Bathil (Pembedaaan yang benar dari yang bathil).

Semua karya tulis beliau berbahasa Arab, kecuali Tamyizul Haq Minal Bathil yang berbahasa Jawa.

b. Karya tulis KH Abdul Wahab Hasbullah dengan tema:

"Bung Karno dan Kitab Fathul Qarib"

c. Karya tulis KH M Bishri Syansuri, dengan tema:

"Keluarga Berencana"

d. Karya tulis KH Ali Ma'shum dengan tema:

"Hujjah Ahlis Sunnah Wal Jama'ah"

e. Karya tulis KH Ahmad Siddiq dengan tema:

    1. Rumusannya tentang Khittah Nahdliyah
    2. Rumusannya tentang Tajdid, Ukhuwah, dll.

f. Karya tulis KH M llyas Ruhiat dengan tema:
    1. Meluruskan Pidato Bung Karno
    2. Fitrah Manusia
    3. Tarekat.

SELAMAT MEMBACA DAN MENYIMAK KARYA TULIS BELIAU !!!

Tijaniyah Menjawab dengan Kitab dan Sunnah

Tijaniyah Menjawab dengan Kitab dan Sunnah

Oleh: KH. Syaikh Sholeh Basamalah & KH. Syaikh Misbahul Anam
Penerbit: Putera Bumi
Harga: Rp. 46.000,-

Dekade ini, tarekat bukan hanya menjadi kajian dan rutinitas orang awam saja. Bahkan di kalangan ilmuwan dan intelektual pun banyak mengadakan pengkajian-pengkajian tentang tarekat. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di negara-negara lain. Pada akhirnya mereka tertarik dan masuk tarekat tersebut.

Di sisi lain timbulnya pro kontra terhadap persoalan tarekat yang notabenenya banyak dijalani dikalangan sufi, menjadi semakin lebih hidup dalam nuansa keilmuan para pecinta ilmu. Barangkali ini juga merupakan bagian yang diisyaratkan oleh Nabi SAW yang mengatakan, bahwa perbedaan diantara umatku adalah rahmat.

Yang pro mendukung dengan berbagai argumentasinya, sementara yang kontra menyalahkan, menyesatkan, bahkan mengkafirkan. Jika telah terjadi demikian, maka perbedaan bukan lagi menjadi rahmat tetapi menjadi laknat.

Apakah benar tarekat bukan ajaran dari Islam dan tidak ada sumbernya di dalam al-Qur'an dan Hadist? dan apakah benar orang yang ber-tarekat termasuk orang sesat, syirik, dan murtad? Buku ini mencoba menjawab persoalan tersebut dengan tegas dan lugas. Tak kenal, maka tak sayang, tak tahu maka tak mengerti. Jadilah orang saleh, jangan jadi orang yang salah.

Fiqih Medis - Oleh Tim Pendamping Manajemen Islami RS Islam Jemursari

Fiqih Medis

Oleh: Tim Pendamping Manajemen Islami RS Islam Jemursari
Penerbit: Imtiyaz
Harga: Rp. 40.000,-

Bidang kedokteran adalah salah satu bidang penting yang perlu mendapat perhatian dalam pembahasan ilmiah secara mendasar. Problematika kedokteran kian kompleks apalagi jika dihadapkan dengan hukum Islam, sehingga harus dipertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan boleh tidaknya melakukan suatu tindakan medis.

Transplantasi anggota tubuh, euthanasia, dan aborsi adalah sebagian dari yang dibahas dalam buku ini. Semuanya ditinjau dari segi fiqih Islam, dengan mempertimbangkan manfaat dan madharat, serta maslahat (sisi positif) dan mafsadat (sisi negatif)-nya. Selain itu buku ini juga memuat tanya jawab fiqih tentang hak, kewajiban, etika dan anjuran bagi dokter serta karyawan rumah sakit dalam menjalankan profesinya sesuai dengan ajaran Islam.

Buku ini hadir sebagai upaya mengetengahkan Fiqih Medis yang selama ini masih belum begitu populer jika dibandingkan dengan pembahasan fiqih di bidang lain. Selamat membaca!

Risalah Ahlussunnah Wal-Jamaah

Judul : Risalah Ahlussunnah Wal-Jamaah, Dari Pembiasaan Menuju Pemahaman dan Pembelaan Akidah-Amaliah NU
Oleh : Tim Aswaja Center PWNU Jawa Timur
Tebal : 360 halaman
Cetakan : Pertama, Juni 2012
Penerbit : Khalista
Harga : Rp. 50.000,-

Buku ini secara umum terdiri dari tiga pembahasan utama yang dipaparkan dalam tiga bab.

Pertama, perjelasan tentang berbagai kelompok, aliran dan sekte dalam sejarah umat Islam serta beberapa kelompok atau organisasi yang lahir dan berkembang pada kurun-kurun akhir, baik di Indonesia maupun di negara lain. Pembahasan ini berguna untuk memetakan posisi Ahlussunnah Wal-Jamaah yang moderat (tawassuth).

Kedua, pembahasan tentang Ahlussunnah Waljamaah yang diikuti oleh Nahdlatul Ulama (Asw2aja NU), termasuk penjelasan mengenai madzhab teologi al-Asy'ari dan al-Maturidi yang diikuti oleh organisasi terbesar di Indonesia ini, bahkan oleh mayoritas umat Islam di dunia sepanjang zaman.

Ketiga, pemaparan mengenai tradisi islami dan dalil-dalilnya. Khususnya bagi warga NU yang barangkali memandang tradisi islami sebagai suatu kebiasaan, kini sudah saatnya memahami, bahkan melakukan pembelaan, bahwa apa yang mereka lakukan selama ini bukanlah bid'ah yang sesat, yang dapat menjerumuskan mereka dalam siksa neraka. Sedang bagi selain warga NU yang selama ini rajin menuduh bahwa NU adalah "gudang"nya takhayyul, bid'ah, churafat (biasa mereka singkat TBC), menjadi mengerti bahwa yang dilakukan umat Islam yang berafiliasi ke NU ternyata memiliki dasar dalil. Minimal, mereka menjadi sosok yang dapat memahami  perbedaan di tengah umat dengan cara yang santun, dewasa dan arif. Perbedaan dalam masalah furu'iyah (cabang agama) adalah suatu keniscayaan, bukan malah dijadikan sebagai senjata yang digunakan untuk menyerang sesama saudara seiman dan seagama.

Sabtu, 17 Maret 2012

Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik

Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik ; 
Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi

Oleh: Syaikh Idahram

Penerbit: Pustaka Pesantren

Tebal: 308 Hal.

Harga : Rp. 50.000,-


Buku ini membahas tentang kebohongan Sekte Salafi Wahabi, yang memalsukan kitab dan menyelewengkan teks agama guna memuluskan kepentingan/kekuasaan (politisasi) kelompok mereka.

Kitab atau buku, bagi kaum muslim merupakan salah satu media utama dalam mencari kebenaran. Setelah Al-Qur’an dan hadist, kitab-kitab klasik karya ulama-ulama besar menjadi referensi setelah keduanya. Kitab-kitab seperti kitab Shahih Bukhari (Imam Bukhari), Ihya’ Ulumuddin (Imam Ghozali) dan kitab-kitab dari ulama besar lain, merupakan hujjah yang isinya banyak dijadikan sandaran bagi umat Islam. Lalu, apa jadinya jika kitab-kitab para ulama yang mewarisi ilmu dan petunjuk itu dikotori, dan bahkan diselewengkan?

Barangkali anda akan terperanjat, ketika di dalam buku ini banyak dipaparkan sejumlah fakta kasus-kasus penyelewengan kitab yang dilakukan oleh Salafi Wahabi. Mulai dari pemusnahan dan pembakaran buku; sengaja meringkas, mentahkik (penelitian secara mendalam terhadap sebuah manuskrip sebelum mencetak/menerbitkannya), mentakhrij (penelitian terhadap suatu hadist untuk menunjukkan atau menisbatkan hadist tersebut kepada sumber-sumbernya yang asli) kitab-kitab hadist yang jumlah halamannya besar untuk menyembunyikan hadist-hadist yang tidak mereka sukai; menghilangkan hadist-hadist tertentu yang tidak sesuai dengan faham mereka.

Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi

Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi

Oleh : Syaikh Idahram

Tebal : 340 Halaman

Penerbit : Pustaka Pesantren

Harga : Rp. 60.000,-


"Buku ini merupakan sumbangsih tak terhingga dalam memperkaya peta dialektika pemikiran bagi umat Islam Indonesia". (KH. Munzir Tamam, M.A., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Prov. DKI Jakarta)

"Saya rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus." (Ust. H. Muhammad Arifin llham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)

"Mereka mengubah nama Wahabi menjadi Salafi untuk mengelabui umat Islam... juga, agar mereka merasa aman dan nyaman dari sorotan masyarakat dalam menyebarkan dakwahnya..."(Prof. Dr. Ali Gomaa, ulama besar Al-Azhar sekaligus mufti Mesir)

"Al-Albani tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam menetapkan nilai suatu hadis, baik shahih ataupun dhaif. la telah mengubah hadis-hadis dengan sesuatu yang tidak boleh menurut ulama hadis..." (Al-Muhaddits Prof. Dr. Abdullah al-Ghimari, Guru Besar llmu Hadis di universitas-univesitas Maroko)

"Maaf, mereka hanya menjadi bencana bagi sunnah dan fitnah bagi Islam secara keseluruhan. Pada kenyataannya, sesungguhnya penyakit-penyakit jiwa ada pada mereka yang sangat fanatik itu..." (Prof. Dr. Muhammad al-Ghazali, dai internasional terkemuka di Timur Tengah asal Mesir)

Di antara ciri sekte Salafi Wahabi yang paling menonjol adalah klaim kebenaran yang mereka sematkan kepada Salafi Wahabi golongan mereka sendiri. Demi menjaga klaim tersebut, apa pun mereka lakukan, termasuk menyerang segala pemahaman yang tidak sejalan. Tak aneh jika kemudian dakwah Salafi Wahabi ditentang di mana-mana, digugat oleh para ulama di setiap masa.

Buku ini memaparkan, secara ringkas dan cerdas berbagai ketancuan dan penyimpangan tokoh-tokoh utama sekte Salafi Wahabi, berikut gugatan para ulama terkemuka Ahlussunnah wal Jama'ah dari berbagai mazhab, dari berbagai generasi, berbagai belahan dunia, dan berbagai bidang keilmuan yang berbeda.

Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi : Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama

Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi ; 

Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama

Oleh: Syaikh Idahram

Penerbit: Pustaka Pesantren

Harga : Rp. 50.000,-



Buku ini menyingkap hal-hal penting di balik wabah takfir (pengkafiran), tasyrik (pemusyrikan), tabdi' (pembid'ahan) dan Tasykik (upaya menanamkan keraguan) terhadap para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah yang marak menjamur akhir-akhir ini. Semuanya disuguhkan secara sistematis namun ringan bagi Anda, di antaranya:

- Kebenaran 17 (tujuh belas) ramalan Nabi Muhammad SAW akan kehadiran sekte Salafi Wahabi berikut ciri-ciri meraka yang terangkum dalam sabda-sabda Beliau.

- Sejarah berdirinya sekte Salafi Wahabi dan kepentingan-kepentingan tersembunyi di balik pendiriannya.

- Tinjauan kritis terhadap kerancuan konsep dan manhaj Salafi Wahabi berikut propaganda "kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah" yang mereka usung.

Radikalisme Sekte Wahabiyah : Mengurai Sejarah dan Pemikiran Wahabiyah

Radikalisme Sekte Wahabiyah

Mengurai Sejarah dan Pemikiran Wahabiyah

Oleh: Syekh Fathi Al Azhari

Penerbit: Pustaka Asy'ari

Harga: Rp. 40.000,-


Meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU

Meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU

Oleh: Tim FBMPP Kediri

Penerbit: Bina ASWAJA

Harga: Rp. 43.000,-


Beredarnya "Buku Putih Kyai NU" karya Bapak Kyai Afrokhi Abdul Ghoni telah meresahkan warga Nahdliyin khususnya wilayah Pare dan sekitarnya yang isinya mengarah pada tuduhan syirik, kufur dan bid'ah terhadap amaliah warga NU, maka FBMPP (Forum Bahtsil Masa-il Pondok Pesantren) Se-Eks Kawedanan Pare selaku organisasi yang bergerak di bidang kajian Islam dan masa'il dinijyah wa waqi'iyah mempunyai tanggung jawab untuk menulis sebuah risalah yang memberikan jawaban atas pernyataan-pernyataan yang penuh dengan tuduhan-tuduhan dusta tersebut.

Setelah dikaji kehadiran Buku Putih Kyai NU ini merupakan babak lanjutan dari buku Mantan Kyai NU Menggugat Sholawat Dan Dyikir Syirik karya H. Mahrus Ali dan lainnya. Yang kesemuanya masih merujuk pada empat poin pembahasan yaitu: a) Tauhid, b) Ibadah dan Bid'ah, c) Tawasul, d) Tabaruk.

Adapun hal-hal yang menjadi alasan terbitnya buku jawaban ini antara lain:

1. Secara keseluruhan isi Buku Putih Kyai NU terdapat banyak penyimpangan- penyimpangan dan tuduhan-tuduhan dusta terhadap amaliyah warga NU yang perlu kami luruskan dan Insya’Allah dijelaskan dalam buku ini.

2. Kecerobohan Afrokhi dengan berani membawa-bawa nama Jam'iyah Nahdlatul Ulama' dan mengaku sebagai Kyai NU secara dusta untuk mensukseskan misinya menyebarkan doktrin Wahabi. Setelah dikaji dan diteliti bersama, Afrokhi jelas penganut paham Wahhabi dan bukan warga NU apalagi Kyai NU.

3. Semoga kehadiran buku ini memberikan kemantapan dan memperkuat keyakinan umat Islam semuanya terlebih warga NU atas kebenaran aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah dan amaliah-amaliahnya sehari-hari.

4. Kehadiran buku ini juga diharapkan dapat memberikan masukan kepada kaum muslimin akan kebenaran aqidah dan amaliah Ahlussunnah Wal Jama'ah, karena memiliki dasar dan argumentasi yang kuat.

Harapan kami kepada beliau bapak Afrokhi Abdul Ghoni sebagai penulis Buku Putih Kyai NU dan H. Abdul Aziz (Romo Suminggih) (penulis Pengantar buku tersebut) bersedia berdialog dengan kami secara terbuka, terhormat dan bermartabat dengan tujuan untuk mencari kebenaran dan klarifikasi atas pernyataan-pernyataan yang telah disampaikan.

Bid'ahnya Tuduhan Bid'ah : Telaah Kritis Atas Buku "Penjelasan Gamblang Seputar Hukum Yasinan, Tahlilan & Selamatan" karya Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali

Bid'ahnya Tuduhan Bid'ah

Telaah Kritis Atas Buku "Penjelasan Gamblang Seputar Hukum Yasinan, Tahlilan & Selamatan" karya Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali

Oleh: Moh. Halimi

Penerbit: LTN PP Ploso Mojo Kediri

Harga: Rp. 49.000,-


Buku yang ditulis oleh salah satu santri kami ini, dirasa penting untuk dibaca, baik bagi para santri pada khususnya, maupun seluruh lapisan masyarakat pada umumnya.

Dengan memahami dan menela'ah buku ini, kita akan semakin mantap bahwa yasinan dan tahlilan yang selama ini dilestarikan oleh umat Islam tradisional, memiliki landasan dalil yang mapan dari sumber primer hukum Islam, yakni Qur'an dan al-Sunnah.

Disamping itu, juga dapat menyadarkan kaum muslim, bahwa sudah saatnya mereka terbangun dari tidur panjangnya. Sebab, orang-orang yang hendak merebut dan menodai Ahlussunnah wal Jama'ah, telah berada disekeliling mereka.

Buku ini, ibarat senjata bagi mereka yang hendak menuju ke medan laga, dan laksana lentera bagi mereka yang hendak menyusuri jalan yang gelap gulita.

Lembaga Ta'lif Wan Nasyr
JMRT PP Al-Falah Ploso Mojo Kediri