Tampilkan postingan dengan label Muhammad Idrus Ramli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Idrus Ramli. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

Bekal Pembela Ahlussunnah

BEKAL PEMBELA AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH
MENGHADAPI RADIKALISME SALAFI WAHABI


Minggu, 17 Maret 2013

Hizbut Tahrir dalam Sorotan

Hizbut Tahrir dalam Sorotan

Oleh: Muhammad Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 23.000,-


Buku ini sama, sekali tidak bermaksud menyudutkan Hizbut Tahrir atau bermaksud menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam, akan tetapi buku ini bermaksud mengajak kaum Muslimin agar bersatu dalam naungan ajaran Islam yang lurus, murni dan asli, yaitu Islam yang sesuai dengan ajaran Ahlusunah Wal-jamaah, yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Sebagaimana dimaklumi, Hizbut Tahrir adalah gerakan politik trans-nasional yang membawa visi dan misi berdirinya khilafah tunggal di muka bumi serta terlaksananya syari'at Islam dalam setiap lini kehidupan. Dari visi dan misi idealis Hizbut Tahrir tersebut, tidak sedikit generasi kita yang menaruh simpati, terpesona dan akhirnya menjadi kader dan pengikut setia Hizbut Tahrir, tanpa menyadari bahwa di balik visi dan misi tersebut, sebenarnya terdapat sekian banyak pandangan, ideologi dan fatwa hukum Hizbut Tahrir yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang lurus, murni dan asli seperti yang diajarkan oleh Rasulullah dan sahabatnya.

Oleh karena itu buku yang ada di tangan pembaca ini menjadi sangat penting untuk dibaca terutama oleh para aktivis dakwah di kampus-kampus, di berbagai Islamic Centre, di masjid-masjid maupun di khalayak umum, yang selama ini telah menjadi objek aktivitas dan propaganda Hizbut Tahrir.a

Jurus Ampuh Membungkam HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)

Judul: Jurus Ampuh Membungkam HTI
Oleh: Muhammad Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 20.000,-
 
Pada bulan Mei 2011, kami menerbitkan buku Hizbut Tahrir dalam Sorotan, sebagai upaya memberikan penjelasan kepada umat Islam pada umumnya, terutama warga Nahdliyyin tentang hakikat Hizbut Tahrir. Setelah buku tersebut beredar di tengah-tengah masyarakat, banyak permintaan untuk diadakan seminar bedah buku dengan materi bahasan buku Hizbut Tahrir dalam Sorotan. Hal ini menjadi bukti bahwa umat Islam ingin mengetahui lebih jelas tentang hakikat Hizbut Tahrir yang akhir-akhir ini merebak di banyak kalangan pemuda di Indonesia.
 
Sekitar bulan Juli 2012, penulis diwawancarai oleh Majalah al-Kisah di Jakarta, sebuah majalah yang dewasa ini sangat konsisten menyebarkan faham Ahlussunnah Wal-Jama'ah di Tanah Air. Tema wawancara berkaitan dengan buku kami, Hizbut Tahrir dalam Sorotan. Setelah wawancara tersebut dimuat, Hafidz Abdurrahman, selaku Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI, mengirimkan bantahan terhadap beberapa tema dalam buku kami Hizbut Tahrir dalam Sorotan, dan sebagian point yang terdapat dalam isi wawancara. Akhirnya, untuk yang kedua kalinya, Majalah al-Kisah mengirimkan wawancara lagi kepada kami, untuk menanggapi jawaban terhadap Hafidz Abdurrahman, yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir, dan dimuat di Majalah al-Kisah pada edisi akhir Agustus 2012.
 
Setelah wawancara tersebut disampaikan ke Majalah al-Kisah, sebagian teman yang senang menuntut ilmu, meminta kepada kami untuk menulis jawaban wawancara tersebut lebih ilmiah lagi dan dikemas dalam bentuk buku. Akhirnya penulis meluangkan waktu untuk menulis buku ini, agar kaum Muslimin mengetahui lebih jelas tentang hakikat Hizbut Tahrir, dan barangkali ada di antara teman-teman aktivis Hizbut Tahrir yang membaca tulisan-tulisan kami lebih teliti, sehingga menyadari bahwa konsep pemikiran dan ideologi yang diusung oleh guru mereka, Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani, menyimpang dari manhaj al-firqah al-Najiyah (golongan yang selamat), Ahlussunnah Wal-Jama'ah.
 
Sejak buku kami beredar luas di tengah-tengah masyarakat, sebenarnya ada beberapa bantahan dari kalangan HTI terhadap buku tersebut, akan tetapi penulis merasa tidak perlu memberikan tanggapan, karena bantahan mereka, selain hanya menanggapi sebagian point dalam buku kami, dan hal ini menjadi bukti bahwa mereka mengakui kesalahan ideologi dan pemikiran HTI secara implisit, juga tanggapan-tanggapan mereka banyak yang tidak mengkaji persoalan yang substansial dalam buku kami. Sebagian tanggapan ada yang menyerang pribadi penulis, dan hal itu tidak ada kaitannya dengan ideologi dan pemikiran yang diperdebatkan antara kami dengan HTI. Oleh karena itu kami merasa tidak perlu untuk menanggapinya. Mudah-mudahan teman-teman di DPP HTI, khususnya yang bernama Hafidz Abdurrahman, tidak mengulangi lagi cara polemik yang bersifat fitnah dan tidak ilmiah, Amin.

Senin, 26 Maret 2012

Pengantar Sejarah Ahlusunnah Wal Jama'ah

Pengantar Sejarah Ahlusunnah Wal Jama'ah

Oleh: Muhammad Idrus Ramli

Penerbit: Khalista

Harga: Rp. 33.000,-

Hal: xiii + 200 hal.


SAlah satu aspek yang sangat menarik untuk diamati dan ditelusiri adalah kajian Ahlusunnah Wal Jama'ah dalam perspektif kesejarahan, sehingga akan terungkap kondisi politik di masa Khulafaur Rasyidin, awal lahirnya perpecahan dalam Islam, latar belakang lahirnya berbagai aliran, hakikat istilah Ahlusunnah wal Jama'ah dan sejarah kelahirannya, yang akhirnya identik dengan dua madzhab besar dalam islam yang diikuti oleh mayoritas kaum muslimin dari dahulu hingga kini, yaitu madzhab al-As'ari dan al-Maturidi.

Khilafiah antara dua madzhab ini tidak sampai pada batas saling membid'ahkan dan mengkafirkan, sebagai ciri khas Ahlusunnah wal jama'ah yang selalu menjaga kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan.

Di buku ini terungkap juga mata rantai sanad dua madzhab tersebut dengan kaum muslimin Indonesia.

Membedah Bid'ah & Tradisi dalam Perspektif Ahli Hadits & Ulama Salafi

Membedah Bid'ah & Tradisi dalam Perspektif Ahli Hadits & Ulama Salafi

Oleh: Muhammad Idrus Ramli

Penerbit: Khalista

Tebal: ix + 103 Hal.

Harga: Rp. 12.000, -


Dewasa ini seiring dengan derasnya arus globalisasidan modernisasi, telah berkembang beberapa aliran transnasional yang anti tradisi dan berupaya membabat habis tradisi lokal serta menggantikannya dengan tradisi sebagian bangsa Arab modern dengan dalih purifikasi ajaran Islam serta kembali kepada ajaran al-Qur'an dan Sunnah. Kelompok anti tradisi ini dipelopori oleh gerakan Salafi atau Wahhabi, dan berpengaruh luas terhadap aliran transnasional lainnya.

Namun sayang sekali, semangat dan obsesi kelompok tersebut dalam upaya membabat habis seluruh tradisi lokal, bukanlah berangkat dari dalil-dalil al-Qur'an, Sunnah dan aqwal ulama yang otoritatif (mu'tabar), yang selama ini menjadi pedoman mayoritas umat Islam Ahlusunnah wal Jama'ah di berbagai belahan dunia islam.

Oleh karena itu buku kecil ini berupaya menjelaskan beragam tradisi umat Islam di tanah air berdasarkan al-Qur'an dan Hadits, serta menurut perspektif para ulama yang menjadi rujukan utama kaum wahhabi.

Sabtu, 17 Maret 2012

Kiai NU atau Wahabi yang Sesat Tanpa Sadar ? : Jawaban terhadap buku - buku Mahrus Ali

Kiai NU atau Wahabi yang Sesat Tanpa Sadar ? 

(Jawaban terhadap buku - buku Mahrus Ali)

Oleh: Muhammad Idrus Ramli & Muhammad Syafiq Alydrus

Penerbit: Bina Aswaja

Harga: Rp. 30.000,-



"Saya menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Ananda, murid kami, Muhammad Syafiq bin Ahmad Alydrus barakallahu fih, yang menulis buku bantahan terhadap kesalahan kaum Wahabi, bersama temannya, Ustadz Muhammad Idrus Ramli. Mudah-mudahan buku ini menjadi awal yang baik dan berkah bagi penulis, untuk terus nasyrul-'ilm dan menulis buku dalam upaya membela ajaran Islam Ahlusunah Waljamaah yang diajarkan oleh Salafuna al-Sadah al-Asyraf al-'Alwiyyin seperti Sayyidina al-Imam al-Faqih al-Muqaddam, al-Imam Abdurrahman al-Saqqaf, al-Habib Abdullah Alydrus al-Akbar, Syaikh Abu Bakar bin Salim, al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Muhdhar, al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad serta para pengikut setia mereka". (Habib Zain Baharun, Pengasuh PP Darullughah Wadda'wah)

"Di Indonesia sendiri, tantangan yang dihadapi oleh kaum Muslimin, utamanya warga nahdliyyin, harus terus dihadapi secara ilmiah, santun dan bermartabat sesuai dengan akhlaq dan nilai-nilai Islami yang ditanamkan oleh Rasulullah saw , sang pembawa citra rahmatan lil-'alamin. Oleh karena itu, kami menyambut baik atas upaya dua kader muda Nahdlatul Ulama, yaitu Ustadz Muhammad Idrus Ramli dan Ustadz Muhammad Syafiq Alydrus dengan menulis buku Kyai NU atau Wahabi Yang Sesat Tanpa Sadar? Jawaban Terhadap Buku-Buku Mahrus Ali, mengingat buku-buku yang ditulis oleh saudara Mahrus Ali telah menyita perhatian banyak kalangan dan menimbulkan keresahan umat Islam Ahlussunnah Wal-Jamaah, khususnya warga nahdliyyin. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua pembaca. Amin ya rabbal 'alamin" (Prof. Dr. KH. Malik Madani, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)

Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi

Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi

Oleh: Muhammad Idrus Ramli

Penerbit: Bina Aswaja

Harga: Rp. 25.000,-



Sejak terbit buku berjudul “Membongkar Kebohongan "Buku Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik", dan buku "Madzhab Al-Asy'ari Benarkah Ahlussunnah Wal Jama'ah", sang penulis buku seringkali diminta mengisi pelatihan, internalisasi ASWAJA di kalangan warga Nahdliyyin dan bedah kedua buku tersebut.

Tidak jarang, dalam acara-acara tersebut dilakukan debat terbuka dengan mendatangkan tokoh-tokoh Salafi. Dari sekian banyak perdebatan itu, akhirnya penulis tertarik untuk membukukannya dalam buku ini.

Di buku ini, penulis juga memasukkan kisah-kisah perdebatan para ulama dulu dengan kaum Wahhabi, dengan harapan buku ini menjadi panduan berdialog dengan aliran Wahhabi yang dewasa ini menamakan dirinya aliran Salafi.

Debat Terbuka Sunni vs Wahabi di Masjidil Haram : Jawaban terhadap Majalah Qiblati

Debat Terbuka Sunni vs Wahabi di Masjidil Haram

Jawaban terhadap Majalah Qiblati

OLeh: Muhammad Idrus Ramli

Penerbit: Bina Aswaja

Harga: Rp. 13.000,-


Majalah Qiblati edisi Rajab 1423 H/Juni 2011 M, memuat artikel bantahan Syaikh Mamduh terhadap Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi seputar kisah dialog as-Sayyid Alwiy al-Maliki dengan Syaikh Ibnu Sa'di, ulama terkemuka kaum Wahabi.

Oleh karena ,itu, penulis berupaya meluangkan waktu seraya memohon pertolongan kepada Allah, untuk menulis jawaban ilmiah terhadap majalah Qiblati. Hal ini dilakukan agar tidak ada keraguan di kalangan kaum Muslimin bahwa ajaran Wahabi memang benar-benar ajaran batil dan harus diwaspadai. Tentu saja, dalam buku ini penulis hanya bermaksud menanggapi pernyataan Syaikh Mamduh yang memiliki bobot ilmiah agar tidak mengatakan syubhat ilmiah. Sedangkan pernyataan beliau yang jauh dari bobot ilmiah dan hanya bernilai retorika belaka, penulis memilih untuk tidak melayaninya...

Sepertinya Syaikh Mamduh agak terpengaruh dengan kaum Syiah dalam upaya menepis riwayat kelompok yang menjadi lawan ideologinya.

Bagi kami, Wahabi tidak ada bedanya dengan Syiah, dalam hal mengkafirkan kaum Muslimin di luar golongannya, karena ketidaktahuan mereka terhadap ajaran Islam yang murni dan diamalkan oleh generasi salaf.

Benarkah Tahlilan & Kenduri Haram ?

Benarkah Tahlilan & Kenduri Haram?

Oleh: Muhammad Idrus Ramli

Penerbit: Khalista

Harga: Rp. 10.000,-


Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Pada Tanggal 23 Juli 2011, penulis mengisi acara daurah pemantapan Ahlussunnah Wal-Jama'ah di Pondok Pesantren Sunan Pandan Aran, Sleman Yogyakarta yang diasuh oleh KH. Mu'tashim Billah Mufid. Ketika sampai pada sesi tanya jawab, salah seorang peserta mengajukan pertanyaan kepada penulis tentang hukum selamatan kematian, Tahlilan dan Yasinan yang mengakar di Nusantara sejak ratusan tahun yang silam. Penanya tersebut juga menyodorkan selebaran Manhaj Salaf, setebal 14 halaman, dengan artikel utama berjudul Imam Syafie Mengharamkan Kenduri Arwah, Tahlilan, Yasinan dan Selamatan.

Selebaran tersebut disebarkan dari pintu ke pintu di daerah Sleman dan sekitarnya oleh kaum Wahabi. Anehnya dalam selebaran tersebut, tidak tertera siapa nama penulis atau penanggung jawabnya dan di mana alamatnya. Ternyata, setelah penulis mengamati selebaran tersebut, isinya penuh dengan pemutarbalikan fakta, pemalsuan dan distorsi terhadap pernyataan para ulama madzhab Syafi'i. Pada acara tersebut, penulis sengaja mengecek kutipan-kutipan dalam selebaran itu dan membandingkannya dengan sumber-sumber aslinya. Hasilnya, peserta Daurah menjadi yakin, bahwa selebaran tersebut memang banyak melakukan kecurangan dan distorsi ilmiah.

Sekitar awal bulan Nopember 2011, penulis dihubungi oleh Gus Ma'ruf Asrori, Wakil Ketua Lajnah Ta'lif Wan-Nasyr PBNU. Beliau menceritakan kepada penulis, bahwa selebaran Manhaj Salaf -yang lebih tepatnya disebut Manhaj Wahabi-, tersebar di daerah Cilacap dan sekitarnya. Beberapa kiai yang merasa resah dengan beredarnya selebaran itu meminta beliau untuk dibuatkan bantahan ilmiah seputar isinya. Sehingga beliau -dan atas motivasi KH Muhyiddin Absusshomad, Rais Syuriyah PCNU Jember- , meminta penulis untuk membuat bantahan ilmiah sekedarnya tentang isi selebaran tersebut.

Akhirnya, penulis berupaya menulis buku kecil ini, sebagai bantahan ilmiah terhadap selebaran manhaj Salaf tersebut. Dengan harapan risalah kecil ini, mampu menenangkan kaum Muslimin Nusantara yang mencintai ajaran Islam yang murni, sejak gcnerasi kaum salaf, dari kalangan sahabat, tabi'in dan generasi penerusnya Ahlussunnah Wal-Jama'ah. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Gus Ma'ruf Asrori, dan para kiai yang turut memberikan motivasi dalam penulisan buku kecil ini. Semoga bermanfaat. Jazakumullah khaira.

Jember, 12 Nopember 2011
Muhammad Idrus Ramli

DAFTAR ISI:
  •  KATA PENGANTAR, iii
  • HUKUM KENDURI KEMATIAN, 1
  • KONTRIBUSI TETANGGA, 6
  • KHILAFIYAH ULAMA SALAF, 8
  • TAHLILAN DAN YASINAN, 13
  • TRADISI YASINAN, 32
  • TRADISI 40, 100 DAN 1000 HARI, 42
  • HADITS TENTANG AL-QUR'AN UNTUK ORANG MATI, 44
  • BID'AH HASANAH, 50
  • KETIDAKJUJURAN ILMIAH WAHABI, 52
  • BERSAMA BUKU SHOLEH SO'AN, 58
  • BENARKAN DULU, LALU REKAYASA DALILNYA, 58
  • SUMBER DARI LUAR ISLAM, 62
  • ORANG MISKIN BERSEDEKAH, 71
  • PENUTUP, 74
  • DAFTAR REFERENSI, 76
  • TENTANG PENULIS, 78