Tampilkan postingan dengan label Harga Antara 20 - 40ribu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga Antara 20 - 40ribu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Tradisi Islami

Pedoman Keluarga Islami, berminat hub 085735444053

TRADISI ISLAMI, Panduan Prosesi Kelahiran-Perkawinan-Kematian. M. Afnan Hafidh & A. Ma’ruf Asrori, 14,5 x 21 cm. 260 hlm. @ Rp. 37.000,-

Agar tradisi dalam prosesi Kelahiran, Perkawinan, dan Kematian terisi dengan nilai-nilai ibadah, dengan buku ini diharapkan sebagai salah satu pelengkap sebagai nilai plus yang bersifat prinsip, yang didasari beberapa dalil dari al-Qur’an, al-Hadits, dan beberapa doa yang lanyak dipanjatkan.

Minggu, 14 April 2013

BIOGRAFI 7 RAIS AM PBNU

BIOGRAFI 7 RAIS AM PBNU, 
M. Solahudin, 
Nous Pustaka Utama, 12,5 x 18,5 cm. 208 hlm. 
@ Rp. 30.000,-

Dalam perjalanan sejarahnya, Nahdlatul Ulama telah memiliki 7 orang Rais Am. Rais Am adalah sebutan untuk pimpinan tertinggi organisasi kalangan pesantren ini.

Jika ada orang yang mengatakan bahwa NU adalah pesantren besar atau pesantren adalah NU kecil, maka Rais Am PBNU identik dengan kiai (pimpinan tertinggi di pesantren) dan Ketua Umum PBNU sejajar dengan ketua pondok yang dulu dikenal dengan lurah pondok.

Masyarakat luas lebih mengenal siapa yang menjadi Ketua Umum PBNU, dengan melupakan Rais Am yang ada di belakangnya, padahal, jajaran tanfidziyah –di mana Ketua Umum PBNU di dalamnya- hanya pelaksana dari program-program NU. Para Kiai yang duduk di syuriyah – di mana Rais Am di dalamnya- adalah sebenarnya ‘pemilik ‘ NU. Tujuh Rais Am PBNU itu adalah Hadratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang (dikenal sebagai Rais Akbar), KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang, KH. Bisri Syansuri Denanyar Jombang, KH. Ali Ma’shum Krapyak Yogyakarta, KH. Achmad Siddiq Jember, KH. Moh. Ilyas Ruhiyat Cipasung Tasikmalaya, dan Dr. KH. MA. Sahal Mahfudh Kajen Pati
 
Silahkan yang berminat, hub: 085735444053

Senin, 08 April 2013

BAHAYA ALIRAN KEBATINAN

"Pergeseran paradigma dan kecenderungan pola pikir masyarakat,tampaknya,tak melulu berbanding lurus dengan sketsa umum dunia era digital yang serba rasionalis+tis.Tanpa di sadari,ideologi aliran kebatinan yang konyol dan tak masuk akal justru mengalir cepat,lebih cepat dari yang kita bayang kan".

Judul buku : bahaya aliran kebatinan
penulis : Asadudin dkk.
Editor : Moh achyat Ahmad
tebal : 197 hal
Ukuran : 20.5*14.5 cm
harga : 35000
Cp ninestore 088999000258

Senin, 18 Maret 2013

Rahasia Sukses Fuqoha

Judul                     : Rahasia Sukses Fuqoha
Oleh                      : S. Lirboyo
Tebal                     : -
Penerbit                 : Mitra Gayatri
Harga                    : Rp. 20.000,-

BAITY JANNATY, Membangun Keluarga Sakinah.

BAITY JANNATY, Membangun Keluarga Sakinah. 
Oleh : KH.M.Yusuf Chudlori
Dimensi : 14,5 x 20,5 cm, 212 Hlm.
Harga:Rp.29.000,

Fiqh Adat; Tradisi Masyarakat dalam Pandangan

Judul                     : Fiqh Adat; Tradisi Masyarakat dalam Pandangan Fiqh
Oleh                      : Ifrosyin
Tebal                     : 148 halaman
Penerbit                 : Mu'jizat

Harga:Rp.22.500

Tradisi Islami, Panduan Prosesi Kelahiran, Perkawinan dan Kematian

Tradisi Islami, Panduan Prosesi Kelahiran, Perkawinan dan Kematian
Harga:Rp.33.500
 
Cover : Soft Cover Jenis Kertas : HVS 70 Gram 
Penulis         : M. Afnan Chafidh, Ahmad Makruf Asrori 
Ukuran         : 14 x 21 Cm

Tradisi dan budaya adalah darah daging dalam tubuh masyarakat, sementara mengubahnya adalah sesuatu yang tidak mudah. Alangkah bijak dan indahnya ketika tradisi dan budaya tidak diposisikan berhadapan dengan ajaran, tetapi justru sebagai pintu masuk ajaran. Sedang agama adalah mustaqim dan membawa misi memustaqimkan sesuatu yang belum mustaqim, termasuk mensakralkan sesuatu nilai tradisi yang sebenarnya tidak sakral.
Demikian harapan buku ini agar tradisi dalam prosesi Kelahiran, Perkawinan, dan Kematian terisi dengan nilai-nilai ibadah. Buku ini merupakan salah satu pelengkap sebagai nilai plus yang bersifat prinsip, yang didasari beberapa dalil dari al-Qur’an, al-Hadits dan beberapa doa yang layak dipanjatkan.a

Ahlus Sunnah dan Ahlul Bid'ah

Judul: Ahlus Sunnah dan Ahlul Bid'ah; Dari Aliran Syi'ah Hingga Betapa Sulitnya Membuktikan Angin
Oleh: Amak F.Z
Penerbit: Aula Press
Harga: Rp. 20.000,-

Minggu, 17 Maret 2013

Hizbut Tahrir dalam Sorotan

Hizbut Tahrir dalam Sorotan

Oleh: Muhammad Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 23.000,-


Buku ini sama, sekali tidak bermaksud menyudutkan Hizbut Tahrir atau bermaksud menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam, akan tetapi buku ini bermaksud mengajak kaum Muslimin agar bersatu dalam naungan ajaran Islam yang lurus, murni dan asli, yaitu Islam yang sesuai dengan ajaran Ahlusunah Wal-jamaah, yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Sebagaimana dimaklumi, Hizbut Tahrir adalah gerakan politik trans-nasional yang membawa visi dan misi berdirinya khilafah tunggal di muka bumi serta terlaksananya syari'at Islam dalam setiap lini kehidupan. Dari visi dan misi idealis Hizbut Tahrir tersebut, tidak sedikit generasi kita yang menaruh simpati, terpesona dan akhirnya menjadi kader dan pengikut setia Hizbut Tahrir, tanpa menyadari bahwa di balik visi dan misi tersebut, sebenarnya terdapat sekian banyak pandangan, ideologi dan fatwa hukum Hizbut Tahrir yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang lurus, murni dan asli seperti yang diajarkan oleh Rasulullah dan sahabatnya.

Oleh karena itu buku yang ada di tangan pembaca ini menjadi sangat penting untuk dibaca terutama oleh para aktivis dakwah di kampus-kampus, di berbagai Islamic Centre, di masjid-masjid maupun di khalayak umum, yang selama ini telah menjadi objek aktivitas dan propaganda Hizbut Tahrir.a

Syiah Agama Kedustaan

Syiah Agama Kedustaan

Oleh: Ahmad Ilham Masduqi
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 27.000,-
Tebal: xii + 180 Hal.

Janganlah kalian berbicara dengan orang-orang Syiah, jangan mengambil riwayat dari mereka, karena mereka adalah para pendusta. (Imam Abu Hanifah , w. 150 H)

Bawalah ilmu dari setiap orang yang engkau jumpai, kecuali dari orang-orang Rafidhah. Mereka membuat Hadis palsu dan menjadikannya sebagai agama. (Syuraik bin Abdillah an-Nakha'i, Qadhi Kufah, w. 177 H)

Aku tidak pernah melihat orang yang gemar memberikan persaksian palsu melebihi orang-orang Rafidhah. (Imam asy-Syafi'i, w. 204 H)

Tiba giliran datangnya aliran Syiah dari Iran... kaum muslimin disuguhi propaganda ajaran Syiah yang diperkenalkan sebagai 'ajaran Ahlul-Bait'. Akan tetapi kaum muslimin menjadi terheran-heran menyikapi ajaran aliran ini, karena munculnya ajaran-ajaran dan cerita-cerita aneh yang belum mereka dengar sebelumnya.

Aliran Syiah ini tiba-tiba datang dengan membawa ajakan melaknat (mengutuk) Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar bin Khatthab, Sayidina Utsman dan bahkan semua sahabat-sahabat Nabi, kecuali hanya empat atau lima sahabat saja yang mereka puji.

Mereka juga membawa ajaran kawin-kontrak atau mereka sebut nikah mut'ah untuk menarik simpati pemuda-pemuda dan pria-pria beriiwa hidung belang.

Fiqh Sosial dan Toleransi Beragama

Fiqh Sosial dan Toleransi Beragama
Menjawab Problematika Interaksi Sosial Antar Umat Beragama di Indonesia

Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Nasyrul Ilmi
Harga: Rp. 40.000,-

Buku yang sederhana ini, sangat banyak memberikan informasi sebagai dasar dan pemahaman budaya serta tradisi interaksi antar umat beragama yang telah terpatri di masyarakat muslim, yang sebenarnya telah mendapatkan legalitas hukum syara' dari para ulama, namun masih banyak terjadi selisih pendapat, sehingga perlu adanya pemilihan fatwa yang kondisionai dan relevan sesuai dengan tuntutan zamannya.

Saya berharap buku ini bisa dibaca oleh masyarakat luas, sebagai khazanah positif bagi semua kalangan, sehingga bisa menciptakan kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat modern yang pluralis.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar v
Mukaddimah vii

BAB I ISLAM DAN NON ISLAM
1. Tentang Islam 1
2. Definisi Kafir dan Murtad 4

BAB II HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN NON ISLAM
1. Perbedaan Hukum Kafir dan Murtad 6
2. Mukailafkah Kafir dan Murtad? 7
3. Harta Kafir dan Murtad 10
4. Sikap Terhadap Kafir dan Murtad 11
5. Tasharruf Kafir dan Murtad 13
6. Anak islam 14
7. Kafir dan Murtad Yang Taubat 15
8. Membunuh Kafir dan Murtad 17
9. Status Ahli Fatroh 18
10. Perbedaan Kafir, Munafiq, Murtad, Zindiq dan Musyrik 19
11. Pembagian Munafiq 21

BAB III PEMBAGIAN KAFIR
1. Kafir Dzimnni 23
2. Kafir Musta'man 24
3. Kafir Mu'ahad 25
4. Kafir Harbi 26

BAB IV JIHAD Fl SABILILLAH
Pengertian Surat al-Kafirun dan Ayat 256 al-Baqarah 29

BAB V NEGARA-NEGARA DUNIA
1. Darul Islam 34
2. Darul Harbi 35
3. Darul Ahdi 35
4. Darul Baghyi (Pemberontak) 39
Darul Islam Menjadi Daruf Kufri 40

BAB VI STATUS NON MUSLIM Dl INDONESIA
1. Pendapat yang Mengatakan Harbi 42
2. Pendapat yang Mengatakan Murtad 45

BAB VII WACANA UNDANG-UNDANG ISLAM
1. Jinayah 56
2. Mencuri 57
3. Zina 58
4. Menuduh Zina 60
5. Murtad 60
6. MeminumKhamr 62
7. Ta'zir 63

BAB VIII MASALAH-MASALAH SOSIAL
1. Tamu Kafir dan Fasik 66
2. Turis Kafir Masuk Masjid 67
3. Salam Kepada Kafir 69
4. Wafat Di Negara Kafir 71
5. Berziarah ke Makam Kafir 72
6. Mengubur di Pemakaman Kafir
7. Makan Makanan IVlilik Kafir 75
8. Akad Nikah di Negara Kafir 76
9. Membunuh Turis Asing
10. Membantu Syiar Mereka
11. Suami Istri Non Muslim Masuk Islam
12. Suami Istri Murtad
13. Muslim Masuk Gereja
14. Doa Bersama
15. Berobat Ke Non Muslim 84
16. Bantuan Dari Non Muslim
17. Mengidolakan Kafir 89
18. Aurat Muslimah
19. Sandiwara Reran Kafir
20. Geger Karikatur Nabi
21. Mendoakan Leluhur
22. Nafkah Keluarga
23. Belajar Di Sekolah Non Muslim 96
24. Takziyah Ke Non Muslim 100
25. Menghadiri Prosesi Pemakaman 101
26. Merayakan Hari Valentine 103
27. Mendoakan Orang Kafir 106
28. Mengatakan Semua Agama Baik 107
29. Peminta Suaka Politik 109
30. Berteman dengan Non Muslim 112
Kawin Beda Agama 113
KTP Islam 116
Kebebasan Beragama 116
Mengucapkan Selamat Natal 119
Batasan Toleransi 125
Mengucapkan Selamat Ulang Tahun 133
Mendatangi Acara Keagamaan 134
Menerima Hadiah Natal 134
Berzina Dengan Kafir 135
Ahmadiyyah Aliran Sesat 136
Kebebasan Berakidah 139
Ekstradisi Pelaku Kejahatan 147
Kafir Membeli Rumah 149
Kafir Membeli Buku Islam 149
Kafir Membeli Jimat 150
Menulis Surat Untuk Non Muslim 151
Menjilidkan al-Qur'an pada Kafir 152
Tata Cara Hidup Di Negara Kafir 153
Melaknat Orang Kafir 154
Kerja sama Dengan Non Muslim 155
Tolong Menolong 156
Membaca Buku-Buku Sesat 158
Memakai Pakaian dan Budaya Kafir 160
Taat Orang Tua Musyrik 162
Memutus Tali Persaudaraan
Hak Bertetangga 164
Menengok Kafir yang Sakit 165
Berdir: Menghormat Kafir 166
Ghibah pada Orang Kafir 167
Masuk Organisasi Yang Tidak Berdasar Islam 167
Keluarga Demokrasi 168
Liburan Natal, Nyepi dan Hari Minggu 169
Non Muslim Menjadi Penguasa 171
Wisata Ke Candi Borobudur 174
Non Muslim Meninggal 175
Menghancurkan Gereja 175
Kafir Membaca Tafsir al-Qur'an 176
Bekerja Kepada Kafir 177
Kurban diberikan Kepada Non Muslim 178
Donor Darah, Darah Dari Non Muslim 180
Antara Muslim Fasik dan Kafir Baik 183
Kafir Melakukan Kebaikan 184
Kafir Masuk Tanah Haram 185
Membawa al-Qur'an Ke Nagara Kafir 186
Khitan Ke Juru Khitan Kafir 187
Ketua Organisasi Beragama Kafir 187
Memberi Izin Membangun Gereja 189
Mandi bagi Kafir Yang Taubat 192
Najisnya Anjing 193
Menemukan Mayat 194
Potong Rambut Masuk Islam 195
Pemaksaan Masuk Islam 196
Hadiah Dari Orang Non Muslim 197
Adakah Jin Kafir? 197
Berkhiyanat Terhadap Kafir 199
Batasan Kafir Baligh 199
Bila Kafir Mau Taubat 200
Pro Kontra Dua Kalimat Syahadat 201
Ucapan Sesat Dan Kufur 202
Terorisme Dalam Islam 205
Bom Bunuh Diri 206
Kerja Sama Dengan Israel 209
93. Membunuh Intelijen Asing 210
94. Adzan Setelah Melahirkan 211
95. Upaya Pembebasan TKI/TKW 211
96. Takfir Kepada Muslim 213
97. Jualan Fasilitas Untuk Gereja 214
98. Tidak Mau Membeli di Toko Muslim 216
99. Orang Tua Tanpa Status 217
100. Sertifikat Halal 218
101. Menjaga Gereja 220
102. Membangun Masjid Di Bekas Kuburan 221
103. Densus 88 vs Teroris 222
104. Kapan Wajib Belajar Syariat Islam 224
105. Makam China Jadi Tempat Tinggal 224
106. Parkir Di Halaman Masjid 225
107. Muamalah Fasidah dengan Non Muslim 227
108. Berbuka Puasa di Gereja 228
109. Aliran Ingkar Sunnah 228
110. Aliran Syi'ah 230
111. Syaikh Siti Jenar, Kafirkah? 234
112. Sumpah Atas Nama Selain Allah Swt 238
113. Jimat Bukan Syirik 240
114. Menghormat Bendera 243
115. Kesesatan Nil 244

116. Walimah Kematian Budaya Hindu? 245a

Bahas Cerdas dan Kupas Tuntas Dalil Syar'i Maulid Nabi

Bahas Cerdas & Kupas Tuntas Dalil Syar'i Maulid Nabi
Oleh: Muhammad Ahmad Vad'aq
Penerbit : Pustaka Al-Khairat
Harga : Rp. 30.000,-

Api abadi sesembahan kaum Majusi yang telah menyala seribu tahun padam seketika. Pilar-pilar kokoh istana kisra Persia pun tumbang berjatuhan. Dan banyak lagi, Walhasil, alam bergemuruh, menyambut kelahiran Nabi SAW sedemikian rupa.
Puluhan tahun kemudian, ada sahabat bertanya mengapa beliau berpuasa di hari Senin. "Itulah hari kelahiranku dan hari aku diutus," jawab Beliau. Itulah cara Beliau memperingati hari lahirnya. Beliau mensyukurinya dengan berpuasa, bahkan di setiap pekan.

Waktu berputar. Sumber-sumber sejarah mencatat beberapa versi terkait pihak yang awal mula merayakan Maulid secara terbuka, pasca-era Nabi. Salah satu sumber mu'tamad, At-Tarikh karya Ibnu Katsir, menyebut nama Al-Muzhaffar Abu Sa'id Kaukabri (wafat 630 H). Kala itu, kisah hidup Nabi diperdengarkan, keluhuran akhlaq Beliau disebut-sebut, shalawat bergema silih-berganti, hadirin dijamu layaknya tamu yang mesti dihormati. Meski hanya setahun sekali, inilah salah satu cara umat yang ingin mensyukuri kelahiran sang rahmatan lil'alamin. Di hati pecinta, sungguh ini kenikmatan tiada tara.

Terlepas dari berbagai versi sejarah itu, gagasan mengumpulkan orang dalam sebuah majelis Maulid nyatanya disambut baik oleh ulama, para pewaris anbiya', seperti halnya shalat Tarawih berjama'ah yang digagas Umar bin Khaththab RA, yang terus dilestarikan orang dari zaman ke zaman, di belahan bumi Islam timur dan barat.

Sebut saja Ibnu Hajar (penyusun kitab syarah Shahih Ai-Bukhari) atau An-Nawawi (penyusun kitab syarah Shahih Muslim), dua dari sekian banyak ulama yang telah menjelaskan pada umat hujjah-hujjah syar'i amaliyah Maulid Nabi.

Mereka bukan sembarang tokoh, dua kitab syarah mereka itu menjadi rujukan terpenting untuk memahami hadits-hadits shahih Rasulullah SAW.

Belum lagi As-Suyuthi (penyusun kitab tafsir Qur'an Al-Jalalain, bersama Al-Mahalli, dan sekitar 500 karya berbobot lainnya), yang sampai menyusun kitab khusus berisi perkara penting ini: Husn al-Maqshad fi 'Amal al-Maulid.

Waktu terus berputar. Hingga datang satu kaum yang merasa paling murni tauhidnya dan benar mutlak pendapatnya menghukumi Maulid dengan tergesa-gesa.
Hemat mereka, Maulid itu tak bersumber dari agama, termasuk amalan bid'ah, tradisi paham yang sesat, menyerupai kebiasaan orang kafir, daiil-dalilnya dipaksakan, jamuan yang dihidangkan haram, memuji-muji Nabi di dalamnya menjurus syirik, dan kelak para pelaku "bid'ah" ini menjadi ahli neraka.

Semua itu utamanya bermodalkan dalil, "Tiap yang baru adalah bid'ah, setiap bid'ah itu sesat, dan setiap yang sesat itu ada di neraka" dan rumusan Ibn Taimiyah, "Sekiranya suatu amalan itu baik, niscaya salaf lebih dulu mengamalkannya."

Benarkah demikian? Sesederhana, sedangkal, dan sekaku itukah agama yang agung ini menilai amaliyah umatnya, hingga menempatkan kaum muslimin sejak dulu bagai sekumpulan orang-orang sesat dan para ulamanya bak orang-orang bodoh yang tak paham hadits Nabi SAW atau para pembangkang atas syariat yang beliau gariskan?

Selamat menyimak isi buku ini. Hati manusia tidaklah lebih panas dari api abadi Majusi atau sekeras pilar istana Persi.
Semoga Allah SWT menyadarkan kita semua dari rasa angkuh dalam memahami kebenaran dan dalam mengikutinya. Amiin..

Dialog Tasawuf Kiai Said; Akidah, Tasawuf & Relasi Antarumat Beragama

Judul: Dialog Tasawuf Kiai Said; Akidah, Tasawuf & Relasi Antarumat Beragama
Oleh: KH. Said Aqil Siroj
Tebal: 152 hal
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Penerbit: Khalista Surabaya
Harga: Rp. 25.000,-

Masyarakat modern yang bersifat totaliteristik (ingin menguasai semua aspek kehidupan), eksploris, dan hanya percaya kepada rumus-rumus empiris saja, serta sikap hidup positivistis yang hanya berdasar kemampuan akal, pada gilirannya akan menjadi penyebab kerusakan di muka bumi. Dalam ranah ini, tasawuf sebagai wujud ihsan dalam risalah yang dibawa Rasulullah SAW memainkan perannya menjadi problem solving untuk menghadapi berbagai problematika kehidupan.

Buku yang bermula dari dialog tasawuf di berbagai media massa ini diharap bisa menjadi pengantar keniscayaan mengaplikasikan tasawuf di ranah kehidupan nyata, serta tidak hanya membentuk pribadi muslim yang punya “kesalehan ritual” atau “kesalehan sosial” saja, melainkan menjadikannya sebagai pribadi yang mempunyai karakter “kesalehan total”.

Dalam konteks keindonesiaan yang majemuk, tasawuf akan mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang ramah, menghormati perbedaan, dan mampu mengelola keragaman, sesuai pilar bangsa: Bhinneka Tunggal Ika.

Membongkar Dusta dan Kesesatan Kelompok Anti Madzhab

Judul: Membongkar Dusta dan Kesesatan Kelompok Anti Madzhab
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Nasyrul Ilmi
Harga: Rp. 35.000,-
 
Catatan Jawaban dan Dialog Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi dengan Muhammad Sulthan al-Mashumi al-Khajandi, Nashiruddin al-Albani dan Salafi Wahhabi lainnya

Jurus Ampuh Membungkam HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)

Judul: Jurus Ampuh Membungkam HTI
Oleh: Muhammad Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 20.000,-
 
Pada bulan Mei 2011, kami menerbitkan buku Hizbut Tahrir dalam Sorotan, sebagai upaya memberikan penjelasan kepada umat Islam pada umumnya, terutama warga Nahdliyyin tentang hakikat Hizbut Tahrir. Setelah buku tersebut beredar di tengah-tengah masyarakat, banyak permintaan untuk diadakan seminar bedah buku dengan materi bahasan buku Hizbut Tahrir dalam Sorotan. Hal ini menjadi bukti bahwa umat Islam ingin mengetahui lebih jelas tentang hakikat Hizbut Tahrir yang akhir-akhir ini merebak di banyak kalangan pemuda di Indonesia.
 
Sekitar bulan Juli 2012, penulis diwawancarai oleh Majalah al-Kisah di Jakarta, sebuah majalah yang dewasa ini sangat konsisten menyebarkan faham Ahlussunnah Wal-Jama'ah di Tanah Air. Tema wawancara berkaitan dengan buku kami, Hizbut Tahrir dalam Sorotan. Setelah wawancara tersebut dimuat, Hafidz Abdurrahman, selaku Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI, mengirimkan bantahan terhadap beberapa tema dalam buku kami Hizbut Tahrir dalam Sorotan, dan sebagian point yang terdapat dalam isi wawancara. Akhirnya, untuk yang kedua kalinya, Majalah al-Kisah mengirimkan wawancara lagi kepada kami, untuk menanggapi jawaban terhadap Hafidz Abdurrahman, yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir, dan dimuat di Majalah al-Kisah pada edisi akhir Agustus 2012.
 
Setelah wawancara tersebut disampaikan ke Majalah al-Kisah, sebagian teman yang senang menuntut ilmu, meminta kepada kami untuk menulis jawaban wawancara tersebut lebih ilmiah lagi dan dikemas dalam bentuk buku. Akhirnya penulis meluangkan waktu untuk menulis buku ini, agar kaum Muslimin mengetahui lebih jelas tentang hakikat Hizbut Tahrir, dan barangkali ada di antara teman-teman aktivis Hizbut Tahrir yang membaca tulisan-tulisan kami lebih teliti, sehingga menyadari bahwa konsep pemikiran dan ideologi yang diusung oleh guru mereka, Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani, menyimpang dari manhaj al-firqah al-Najiyah (golongan yang selamat), Ahlussunnah Wal-Jama'ah.
 
Sejak buku kami beredar luas di tengah-tengah masyarakat, sebenarnya ada beberapa bantahan dari kalangan HTI terhadap buku tersebut, akan tetapi penulis merasa tidak perlu memberikan tanggapan, karena bantahan mereka, selain hanya menanggapi sebagian point dalam buku kami, dan hal ini menjadi bukti bahwa mereka mengakui kesalahan ideologi dan pemikiran HTI secara implisit, juga tanggapan-tanggapan mereka banyak yang tidak mengkaji persoalan yang substansial dalam buku kami. Sebagian tanggapan ada yang menyerang pribadi penulis, dan hal itu tidak ada kaitannya dengan ideologi dan pemikiran yang diperdebatkan antara kami dengan HTI. Oleh karena itu kami merasa tidak perlu untuk menanggapinya. Mudah-mudahan teman-teman di DPP HTI, khususnya yang bernama Hafidz Abdurrahman, tidak mengulangi lagi cara polemik yang bersifat fitnah dan tidak ilmiah, Amin.

lama Sunni Dihujat; Sisi Gelap dari Kedangkalan Kaum Wahabi

Judul: Ulama Sunni Dihujat; Sisi Gelap dari Kedangkalan Kaum Wahabi
Oleh: Muhammad Syafiq Alydrus
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 25.000,-
 
Dewasa ini umat Islam di Indonesia menghadapi tantangan yang cukup banyak. Tantangan itu tidak hanya datang dari barat dan musuh-musuh Islam. Akan tetapi banyak pula tantangan yang datang dari umat islam itu sendiri, terutama berkaitan dengan merebaknya berbagai aliran yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni... Tantangan tersebut menjelma dalam banyak aliran yang berkembang dan merebak pada masa-masa belakangan ini, diantaranya yang cukup meresahkan adalah aliran wahabi.
 
Menghadapi sekian banyak tantangan yang terus merebak dan meresahkan itu, tentunya umat Islam harus dipelihara, dilindungi dan diayomi agar tetap berada dalam jalan lurus yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat dan salafus shalih. Tantangan ideologi dan ajaran, merupakan tantangan yang cukup serius, karena kesalahan akidah yang lebih berat dari pada kesalahan dalam hal amaliah. (Habib Zain Baharun, Pengasuh PP Darullughah Wadda'wah). 
 
Diantara tokoh karismatik yang menjadi sasaran tembak kaum wahabi untuk dirusak reputasinya dengan alasan terjerumus dalam berbagai lumpur bid'ah dan syirik, adalah Sayyid Muhammad al-Maliki dan al-Habib Umar bin Hafizh bin Syaikh Abu BAkar bin Salim, yang memiliki banyak pengikut dan murid yang tersebar diberbagai penjuru Indonesia. Oleh karena reputasi keduanya sangat harum dan pengaruhnya cukup besar di Indonesia, kaum wahabi berusaha merusak citra keduanya dengan menyebarkan buku yang isinya menghujat pribadi keduanya secara ideologis, bahwa beliau terjerumus dalam lumpur bid'ah dan kesyirikan. Akan tetapi Allah selalu membela para kekasih-Nya dan orang-orang yang beriman, sebagaimana dijanjikan-Nya dalam al-Qur'an al-Karim. (Ustadz Muhammad Idrus Ramli, Dewan Pakar ASWAJA Centre PWNU Jawa Timur). 
 
Sebuah buku kecil namun cukup untuk memberi gambaran pelaku kejahatan pemecah belah umat dalam tubuh kaum muslimin, mereka menggunakan kedok Islam dengan slogan-slogan amar makruf dan nahi mungkar akan tetapi kenyataannya merekalah biang kejahatan itu sendii... Sungguh benar komentar Sayyidina Ali tentang slogan keislaman mereka , "kalimatu haqqin urida biha al bathilu", kalimat kebenaran namun tujuannya busuk. (Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah Cirebon)

Meluruskan Doktrin Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA)



Judul: Meluruskan Doktrin MTA, Kritik atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur'an di Solo
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit:
Muara Progresif
Harga: Rp. 26.000,-

CINTA BUTA : Syi'ah Edisi Perdana

Judul : CINTA BUTA : Syi'ah Edisi Perdana
Penulis: Mohammad Achyat Ahmad
Penerbit: Bina Aswaja
Harga : 22.000, -
Pesan : (CP: 085749548404)

Meluruskan Tradisi Salah Kaprah Dalam Perspektif Salaf

Judul: Meluruskan Tradisi Salah Kaprah dalam Prespektif Ulama Salaf
Oleh: M. Syakur Dewa
Pengantar: KH M Mutawakkil Alallah, SH, MM
Penerbit: Pustaka 'Azm
Cetakan: Pertama, Januari 2013
Harga: Rp. 27.000,-

Tradisi memang tidak seharusnya dibabat habis, namun tradisi yang salah harus segera diluruskan. Saat ini banyak sekali cara beribadah umat Islam di Indonesia yang 'salah kaprah', terkadang hanya sebatas khilaful aula (tidak sesuai dengan cara yang lebih utama), namun terkadang sampai pada hukum haram.

Oleh karena itu, dengan hadirnya buku ini berusaha ikut andil dalam menyikapi tradisi keagamaan yang salah, dengan referensi yang tepat dan terpercaya dari rumusan Ulama Salafuna as-Shalih.

Mutiara Hujjah

Judul: Mutiara Hujjah, Kupas Tuntas Keshahihan Shalawat Tarawih 20 rakaat, ziarah kubur, tawassul
Oleh: Sholihuddin Shofwan
Penerbit: Darul Hikmah
Harga: Rp. 40.000,-

Budaya, Tradisi NU adalah amaliyah-amaliyah yang dilakukan orang-orang Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi keagaan terbesar di Indonesia. Tradisi dan amaliyah NU, seperti tahlilan, haul, tawassul, istighotsah, talqin, ziarah kubur, shalat tarawih 20 rakaat dan lain-lain, hampir dilakukan mayoritas bangsa Indonesia, baik yang dilakukan itu merasa dan mengakui sebagai orang NU ataupun tidak.

Buku Mutiara Hujjah ini, mengupas tuntas keshahihan shalat tarawih 20 rakaat, ziarah kubur, tawassul yang menjadi tradisi NU, setelah melalui pemahaman yang komprehensif (menyeluruh), bukan pemahaman yang parsial (sepotong-sepotong), ternyata memiliki dasar hukum yang kuat, baik dari Al-Qur'an dan Hadits, serta jauh dari perbuatan syirik, bid'ah dan kufur, seperti yang yang disangkakan oleh kelompok/organisasi lain selama ini.